Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Discharging Mental Health Patients in Aceh: A Preliminary Study Marty Mawarpury; Arum Sulistyani; Karjuniwati; Hasmila Sari; Rachmalia; Yulia Direzkia; Subhan Rio Pamungkas
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A high prevalence of mental health patients in Aceh has caused the number of referrals in mental health institutions to rise. An appropriate discharge planning could ensure that patients will be able to continue to treat themselves after they leave the mental health institutions. The objective of this study was to describe the existing discharge planning process of mental health patients in Aceh. Research data was obtained by interviews, observations, and focus group discussions with schizophrenic patients' family members, important figures in the society and in their faith communities, and various officials at Puskesmas (community health centers), RSUD (local hospitals), and RSJ (mental health institutions). Research results show that the process of discharge did not proceed systematically and optimally. Moreover, there is no optimal coordination between mental health institutions and the surrounding communities, resulting in gaps of health services in Aceh. A better and more systematic discharge system are discussed to get the best results. Tingginya jumlah pasien gangguan jiwa menyebabkan rujukan pasien ke RSJ di Aceh meningkat. Suatu perencanaan pelepasan pasien (discharge planning) yang baik dapat menjamin pasien mampu melakukan tindakan perawatan diri sendiri/lanjutan setelah meninggalkan rumah sakit jiwa. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pelepasan pasien gangguan jiwa di Aceh selama ini. Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi dan FGD pada keluarga pasien skizofrenia, tokoh agama dan masyarakat, petugas kesehatan di Puskesmas, RSUD, dan RSJ. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan pelepasan pasien tidak berjalan secara sistematis dan optimal. Selain itu koordinasi antara pelayanan kesehatan di RS dan komunitas juga tidak optimal, sehingga menimbulkan kesenjangan pelayanan kesehatan di Aceh. Didiskusikan perlunya pelaksanaan sistem pelepasan pasien yang sistematis dan optimal demi tercapainya hasil yang terbaik.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Hasmila Sari; Farah Dineva R; Martina Martina
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kekambuhan merupakan hal yang sering dialami oleh pasien skizofrenia. Kekambuhan ini memiliki dampak terhadap fungsi individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karakteristik demografi dapat menjadi faktor protektif atau faktor risiko terhadap kekambuhan. Karakteristik demografi tersebut merupakan hal yang tidak bisa dimodifikasi sehingga membutuhkan upaya atau dukungan internal dan eksternal pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 389 rekam medis dengan kriteria diagnosis skizofrenia sesuai DSM-5, rawat inap setahun terakhir, dan riwayat masuk RS lebih dari satu kali. Alat pengumpul data adalah lembar check-list yang berisikan data karakteristik pasien. Hasil analisis disajikan dalam bentuk univariat dan analisa data dilakukan dengan uji bivariat chi-square. Hasil: Karakteristik yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia dalam 1 tahun terakhir adalah pekerjaan (OR=2,103) dan status perkawinan (OR=1,911). Kesimpulan: Dua karakteristik demografi yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pada penelitian ini adalah pekerjaan dan status perkawinan. Diharapkan rumah sakit dapat mengoptimalkan kegiatan rehabilitasi untuk meningkatkan keterampilan pasien dalam mengelola living skill, working skill dan learning skill. Status perkawinan adalah karakteristik yang tidak bisa diubah. Meskipun demikian, sumber dukungan tidak hanya berasal dari pasangan, namun juga dapat melibatkan anggota keluarga lainnya.
Pemanfaatan Photonovela untuk Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Anak Usia Sekolah Rachmalia Rachmalia; Sri Intan Rahayuningsih; Hasmila Sari; Imelda
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v5i1.377

Abstract

School-age children are vulnerable to disaster threats, including those in the school environment. It is important to recognize and understand their daily surroundings. Using photonovella is an innovative strategy. Photonovella helps reconstruct children's understanding and awareness of disaster preparedness. They also help communicate experiences and select which stories to tell. The objective is to help school-aged children recognize disaster risks and build disaster preparedness using a photonovella. The project results show improved attitudes and awareness in identifying disaster risks and better planning of prevention efforts. Photonovella are attractive and easy for children to understand. They serve as an effective medium for disaster preparedness education in schools. Involvement from teachers is recommended for success and sustainability.