Aura Ayurveda Amandine
Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perubahan Gula Darah dan Kepatuhan Terhadap Penerapan Modifikasi Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus, Hipertensi, dan Hiperurisemia Aura Ayurveda Amandine; Fifi Luthfiyah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.80-89

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kondisi hiperglikemia kronis ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius yang merusak berbagai organ, termasuk penyakit kardiovaskular, gagal ginjal kronis (nefropati), kerusakan saraf (neuropati), dan kebutaan (retinopati). Modifikasi diet merupakan strategi krusial bagi pasien dengan penyakit kronis maupun akut yang memengaruhi metabolisme dan status gizi. Modifikasi diet bertujuan untuk mengontrol gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien melalui intervensi gizi yang terarah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus (case study) dengan menitikberatkan modifikasi diet pasien dengan penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperurisemia berbasis homecare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan gula darah dan kepatuhan pasien terhadap modifikasi diet DM B, rendah garam, dan rendah purin terhadap pasien diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperurisemia. Penelitian dilakukan secara observasi langsung selama satu bulan dengan monitoring dan evaluasi setiap satu minggu sekali. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan pasien tergolong cukup dan perubahan gula darah pasien cenderung stabil (<200 mg/dL).