Choiria Firdatul Ulfah
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pelaksanaan Dokumentasi Implementasi Asuhan Keperawatan Melalui Sistem CARE TAG di RS X Kabupaten Jember Choiria Firdatul Ulfah; Ardho Yuwono Wisnugati; Tantut Susanto; Debie Saktyana Iriawandani
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hj2nqr25

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit, namun masih sering mengalami ketidaklengkapan dan inkonsistensi. Audit internal di RS X Kabupaten Jember menunjukkan rendahnya kepatuhan dokumentasi, khususnya pada komponen SBAR, edukasi pasien, verifikasi oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dan instruksi profesional pemberi asuhan (PPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan sistem CARE-TAG (Clinical Assessment & Recording Evaluation – Training & Guidance) dalam meningkatkan kepatuhan dokumentasi keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain pre–post intervention tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 17 perawat di Ruang Catleya RS X yang dipilih melalui total sampling. Intervensi CARE-TAG dilakukan melalui in house training, penggunaan checklist monitoring harian, supervisi langsung, self-assessment, serta umpan balik real-time. Evaluasi dilakukan selama empat hari terhadap kelengkapan dokumentasi SBAR, instruksi PPA, edukasi pasien, discharge planning, dan verifikasi DPJP. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepatuhan dokumentasi, dengan kelengkapan SBAR meningkat dari 61,54% menjadi 100% dan instruksi PPA mencapai kepatuhan penuh sejak hari ketiga. Dokumentasi edukasi pasien dan discharge planning mencapai 84,6%, sementara verifikasi DPJP masih rendah. CARE-TAG efektif meningkatkan kepatuhan dokumentasi keperawatan dalam jangka pendek dan memerlukan dukungan kolaborasi interprofesional serta integrasi teknologi untuk keberlanjutan.   Nursing care documentation is a key indicator of hospital service quality; however, it often remains incomplete and inconsistent. An internal audit at Hospital X in Jember Regency revealed low compliance in nursing documentation, particularly in SBAR components, patient education, verification by attending physicians, and professional caregiver instructions. This study aimed to analyze the effectiveness of the CARE-TAG (Clinical Assessment & Recording Evaluation – Training & Guidance) system in improving nursing documentation compliance. This study employed a pre–post intervention design without a control group using a descriptive approach. The participants were 17 nurses working in the Catleya Ward of Hospital X, recruited through total sampling. The CARE-TAG intervention included in-house training, daily monitoring checklists, direct supervision, self-assessment, and real-time feedback. Documentation compliance was evaluated over four consecutive days, focusing on SBAR documentation, professional caregiver instructions, patient education, discharge planning, and physician verification. The findings showed improved documentation compliance, with SBAR completeness increasing from 61.54% to 100% and professional caregiver instructions achieving full compliance by the third day. Documentation of patient education and discharge planning reached 84.6%, whereas physician verification remained low. CARE-TAG was effective in improving short-term nursing documentation compliance and requires strengthened interprofessional collaboration and health information technology integration to ensure sustainability
Program TB Hunter dalam Meningkatkan Penemuan  Kasus Tuberkulosis di Komunitas Agronursing Rowotengah, Kabupaten Jember Harsah Bahtiar Zainuddin; Ardho Yuwono Wisnugati; Bahrul Nurul Hisyam; Choiria Firdatul Ulfah; Decky Vrista Tri Anggoro; Tantut Susanto
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.6 No.1 (2026) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/z7ckwz88

Abstract

Permasalahan utama dari rendahnya penemuan kasus di Puskesmas rowotengah disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB Paru. TB HUNTER (Together Battling Health Under Networking Towards Elimination of TB) bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) Paru di wilayah agraris Rowotengah melalui implementasi TB Hunter. TB Hunter merupakan sebuah platform self-assessment online yang dirancang untuk mempermudah deteksi dini TB di kalangan masyarakat. Rancangan program ini dilakukan selama kurang lebih 10 hari dalam bentuk program kemitraan dan pemberdayaan dengan nama program “TB Hunter” dalam pemanfaatan web untuk meningkatakan penemuan kasus TB dengan screening mandiri. Program ini terdiri dari beberapa aktivitas melalui 4 bentuk strategi program, yaitu pendidikan kesehatan, proses kelompok, pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan masyarakat. Berdasarkan hasil pelaksanaan program TB Hunter di wilayah Rowotengah, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendeteksi dan menangani kasus tuberkulosis (TB). Melalui penggunaan teknologi berbasis web, TB Hunter berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB serta mempermudah mereka dalam melakukan screening diri, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Dari 12 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, 14 masyarakat berisiko tinggi ikut melakukan self-screening, dengan 1 pasien terkonfirmasi TB setelah dilakukan tindak lanjut. Program ini juga berhasil meningkatkan jumlah penemuan kasus terduga TB, yang sebelumnya hanya sekitar 0-1 orang per hari, menjadi rata-rata 4 orang per hari setelah penerapan TB Hunter. Hal ini menunjukkan bahwa platform ini efektif dalam menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan tradisional. Selain itu, kecepatan respons dalam memberikan hasil screening, yang hanya membutuhkan waktu 2 jam, turut mempercepat proses diagnosis dan penanganan. Secara keseluruhan, TB Hunter terbukti efektif dalam penemuan kasus dan memperkuat sistem deteksi serta penanggulangan TB di daerah dengan keterbatasan akses Kesehatan.