Jans George Mangare
Universitas Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren Positif Kolaborasi AI-Manusia: Survei Guru Musik Indonesia di Era Kurikulum Merdeka Meyny S. C. Kaunang; Dinar Sri Hartati; Widyata Nikbert Sarayar; Waraney Josua Mongkau; Zelly Jeannie Lombeng; Jans George Mangare; Arie Tulus
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.39498

Abstract

This study analyzes Indonesian music teachers' perceptions of the positive trend in human-AI collaboration in music composition learning during the Merdeka Curriculum era, addressing the local empirical survey research gap absent in prior studies. Employing a mixed-methods approach via systematic literature review (PRISMA-ScR) and Likert-scale survey on 5 music lecturers (N=5), findings reveal an overall mean score of 4.1 (1-5 scale) with 60-80% "Strongly Agree" dominance on AI's creative benefits (e.g., idea exploration mean 4.0), collaborative partner role (mean 4.0), and needs for training and ethical policies (mean 4.4). Despite the small sample, this indicates high optimism toward AI as a human creativity complement, alongside awareness of ethical risks like originality and authorship, aligned with TPACK and ADDIE models. The study contributes theoretically with empirical AI-TPACK evidence in the Indonesian context and practically via recommendations for AI literacy training, institutional policies, and survey expansion to bolster innovative Merdeka Curriculum implementation in national music arts education.
Model Pendampingan Pelestarian Keramik Tradisional bagi Masyarakat Desa Pulutan Jans George Mangare
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Seni Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.4789

Abstract

Keramik tradisional Desa Pulutan, Kabupaten Minahasa, merupakan warisan budaya hidup yang tumbuh dari kebutuhan rumah tangga dan berkembang menjadi produk estetis serta sumber ekonomi masyarakat. Perubahan pasar, teknologi, dan pola komunikasi menghadirkan peluang sekaligus risiko terhadap pewarisan tradisi. Artikel pengabdian ini bertujuan merumuskan model pendampingan yang dapat digunakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat keberlanjutan keramik Pulutan. Model disusun melalui kajian pustaka kualitatif terhadap dokumen akademik periode 2020–2026 yang membahas keramik tradisional, pelestarian budaya lokal, regenerasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Data dianalisis secara tematik dengan fokus pada keberadaan historis, kontinuitas dan perubahan, faktor keberlanjutan, serta makna sosial, budaya, dan ekonomi. Hasil sintesis menghasilkan empat bidang pendampingan: dokumentasi pengetahuan dan narasi budaya; transmisi keterampilan antargenerasi; inovasi desain dan fungsi yang tetap berakar pada identitas lokal; serta promosi digital dan penguatan jejaring ekonomi kreatif. Model menempatkan pengrajin sebagai pemilik pengetahuan dan pelaku utama, sedangkan pihak luar berperan sebagai fasilitator. Dokumen ini merupakan dasar perencanaan pengabdian; efektivitasnya perlu diuji melalui pelaksanaan dan evaluasi lapangan.