Haeruddin Haeruddin
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendekatan Humanistik Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam DI SMPN 1 Baula Rusni Rusni; Nurhayati Nurhayati; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan humanistik dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Baula. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap wakil kepala sekolah, guru PAI, dan lima peserta didik kelas VII selama periode November–Desember 2025. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik diterapkan melalui penciptaan suasana kelas yang demokratis, penerimaan tanpa syarat, sikap empatik guru, dan pemberian kebebasan belajar, yang berdampak positif terhadap kemandirian belajar peserta didik, ditandai dengan meningkatnya inisiatif belajar, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada pembelajaran PAI, meskipun masih dihadapkan pada kendala berupa keterbatasan waktu, sumber daya, serta budaya belajar yang masih cenderung berpusat pada guru, sehingga diperlukan dukungan kebijakan sekolah, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua.
Penggunaan Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa Aieny Maqhfirah.S; Nurhayati Nurhayati; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan secara mendalam fenomena pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran PAI sebagaimana berlangsung secara alamiah di lingkungan sekolah. Lokasi penelitian ditetapkan di SMA IT Wahdah Islamiyah Pomalaa karena sekolah ini merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu yang menempatkan Pendidikan Agama Islam sebagai komponen utama pembelajaran, serta siswanya aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian meliputi siswa yang memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar PAI dan guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan siswa dan dimanfaatkan secara aktif, khususnya di luar jam pembelajaran formal. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sumber belajar alternatif untuk mengakses konten keagamaan yang relevan dengan materi PAI. Pemanfaatan media sosial dilakukan secara mandiri oleh siswa untuk menambah pemahaman, mengulang materi, dan memperoleh penjelasan tambahan dengan akses yang fleksibel tanpa terikat ruang dan waktu. Namun, pemanfaatannya masih bersifat informal dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran formal. Platform yang paling banyak digunakan adalah YouTube, Instagram, dan WhatsApp, yang masing-masing dimanfaatkan sesuai karakteristik dan kebutuhan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan potensi besar media sosial dalam mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam apabila dikelola secara terencana dan terarah.