Muhammad Ulil Albab
International Open University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai Empati Dalam Buku Baitul Maqdis For Dummies Karya Felix Y. Siauw Dan Tim Tahrir Al Aqsha Indonesia Savira Zahra Zauja Huda; Muhammad Ulil Albab; Agus Darwanto; Mega Satria Nurul Falah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2182

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep empati menurut Martin L. Hoffman melalui perspektif semiotika berdasarkan teori Roland Barthes terhadap buku Baitul Maqdis for Dummies. Teori Hoffman menjelaskan empati sebagai respons afektif yang selaras dengan kondisi orang lain dan berfungsi sebagai pendorong moralitas yang mendorong kepedulian, keadilan, serta tindakan prososial. Indikator nilai empati meliputi dimensi emosional (seperti simpati dan kemarahan terhadap ketidakadilan), dimensi kognitif (kemampuan mengambil perspektif orang lain), serta perilaku moral (tindakan membantu tanpa pamrih, rasa bersalah, dan menghindari tindakan yang melukai orang lain). Konsep psikologis ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan empati sebagai nilai akhlak penting yang berorientasi pada tanggung jawab sosial dan solidaritas umat. Analisis semiotika terhadap buku tersebut menunjukkan representasi nilai empati melalui tiga dimensi tersebut. Empati tidak hanya dikonstruksikan sebagai respons emosional sesaat (empati emosional), tetapi juga sebagai kesadaran moral yang berkelanjutan yang dihubungkan dengan ajaran agama dan sejarah spiritual (empati kognitif). Selain itu, teks dalam buku tersebut mendorong pembaca untuk menginternalisasi nilai-nilai empati dan mentransformasikannya menjadi tanggung jawab moral serta solidaritas kolektif (empati moral/perilaku). Dengan demikian, empati diposisikan sebagai landasan dakwah dan kesadaran keislaman kontemporer terhadap isu Baitul Maqdis.