Keterampilan menyimak merupakan fondasi literasi yang krusial bagi siswa sekolah dasar, namun sering kali kurang mendapat perhatian dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat keterampilan menyimak siswa kelas VI sekolah dasar sebelum dan sesudah penerapan Strategi Pembelajaran Terarah (Directed Listening Thinking Activity (DLTA)) melalui teknik ADIK SIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana); (2) menganalisis efektivitas teknik tersebut dalam meningkatkan keterampilan menyimak; dan (3) memberikan rekomendasi berbasis bukti empiris bagi penerapannya di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian sebanyak 32 siswa kelas VI tahun pelajaran 2026/2027 yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 10 butir soal pada masing-masing sesi pre-test dan post-test yang dibacakan secara lisan tanpa teks tertulis. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test (α = 0,05), serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 93,13 pada pre-test menjadi 96,25 pada post-test, dengan penurunan standar deviasi dari 14,90 menjadi 11,28 yang mengindikasikan hasil yang lebih merata. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test memperoleh nilai Z = –2,233 dan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,026 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Perhitungan N-Gain pada 11 siswa yang belum mencapai skor maksimum diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,73 yang termasuk kategori tinggi. Disimpulkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran Terarah melalui teknik ADIK SIMBA efektif meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas VI sekolah dasar dengan menyediakan kerangka kognitif 5W+1H yang sederhana untuk mengubah pola menyimak pasif menjadi aktif dan terstruktur, serta terbukti paling berdampak bagi siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menyimak.