Ivan Sukma Mega Martha
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Karakter Murid Melalui Pembelajaran Sosial Emosional Dalam Teks Narasi Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Ivan Sukma Mega Martha; Heny Subandiyah; Resdianto Permata Raharjo
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/dhjygg24

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peluang besar untuk menguatkan karakter murid karena bahasa selalu berhubungan dengan cara manusia memahami diri, orang lain, dan lingkungan sosialnya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penguatan karakter murid melalui pembelajaran sosial emosional dalam teks narasi Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Kajian ini menggunakan pendekatan konseptual-kualitatif melalui telaah literatur tentang pembelajaran sosial emosional, pendidikan karakter, teks narasi, Sistem Among Ki Hajar Dewantara, siklus 3N, dan sintaks SELIS. SELIS dalam artikel ini ditempatkan sebagai sintaks pembelajaran yang berurutan, yaitu Sadar, Empati, Luhur, Introspektif, dan Santun. Berbeda dari artikel berbasis laporan hasil penelitian, tulisan ini tidak menjadikan data pengembangan tesis sebagai acuan utama, melainkan hanya menggunakan rumusan SELIS sebagai referensi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks narasi dapat menjadi ruang pedagogis untuk mengembangkan kesadaran diri, empati, kemampuan mengambil nilai luhur, refleksi pengalaman, dan kesantunan berbahasa. Integrasi kearifan lokal membuat pembelajaran sosial emosional tidak terlepas dari konteks budaya Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran teks narasi berbasis SELIS dapat dipahami sebagai strategi literasi yang tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga menuntun murid membangun karakter secara reflektif, kontekstual, dan humanis.