Anggun Okta Fitri
Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Prinsip Maqashid Syariah Dalam Operasional Perbankan Syariah Diana Puspita Sari; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.120

Abstract

Maqashid Sharia is a fundamental principle in Islamic law that aims to ensure the welfare of humanity by protecting five important aspects, namely religion (hifdz al-din), soul (hifdz al-nafs), reason (hifdz al-aql), descendants (hifdz al-nasl), and property (hifdz al-maal). In the world of Islamic banking, this principle is the basis for ensuring that all products and services offered not only prioritize financial gain, but also provide broader social benefits to society. The implementation of maqashid sharia in Islamic banking is reflected in the development of partnership-based financial products such as mudarabah and musyarakah. Both of these products allow for a fair sharing of risks and profits between the bank and the customer. In addition, Islamic banks also manage social funds such as zakat, infaq, sedekah, and waqf, which are used to improve the welfare of society more broadly. These principles seek to create a financial system that is fair, transparent, and beneficial to society. However, although the implementation of maqashid sharia has brought positive changes in sharia banking, there are still challenges that need to be faced, such as inadequate regulations and the lack of public understanding of sharia products. Therefore, stronger collaboration between sharia financial institutions and various other stakeholders is needed to maximize the implementation of maqashid sharia and achieve overall welfare of the people
Pengaruh Transaksi Digital terhadap Fee Based Income pada Bank Umum Syariah di Indonesia Sefiza Syahrani; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transaksi digital terhadap fee based income pada sektor perbankan syariah di Indonesia, dengan fokus pada Bank Umum Syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perubahan signifikan dalam perilaku nasabah serta transformasi digital yang terus berkembang di industri keuangan. Dalam konteks bank syariah, transaksi digital menjadi salah satu sumber utama pendapatan non-bunga yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus pada Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai salah satu entitas terbesar dalam industri ini. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan tahunan dan data primer melalui survei terhadap nasabah. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel transaksi digital terhadap fee based income. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan fee based income. Layanan seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS Syariah terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis biaya. Temuan ini menegaskan pentingnya investasi dalam teknologi digital dan inovasi layanan untuk mendukung keberlanjutan pendapatan bank syariah di era digital.