Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ethnoscientific Study of Cincalok Natural Fermented Food in Coastal Malay Communities Ina Lestari; Roma Ismi; Waode Nurmuhsinah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.112167

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah masih cenderung bersifat abstrak dan kurang mengaitkan konsep sains dengan budaya lokal peserta didik. Hal ini menyebabkan rendahnya pemahaman konsep serta minimnya apresiasi terhadap kearifan lokal. Salah satu potensi budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah tradisi fermentasi cincalok pada masyarakat Melayu pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan cincalok berdasarkan pengetahuan masyarakat, mengidentifikasi konsep IPA yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains pada materi bioteknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua narasumber masyarakat Melayu pesisir, observasi langsung proses pembuatan cincalok, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi cincalok melibatkan prinsip-prinsip sains, seperti aktivitas mikroorganisme, osmosis, penurunan pH, dan kondisi anaerob. Praktik tradisional masyarakat terbukti selaras dengan konsep mikrobiologi, kimia pangan, dan bioteknologi konvensional meskipun dilakukan secara sederhana. Temuan ini juga menunjukkan bahwa cincalok berpotensi diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains dalam bentuk bahan ajar kontekstual khususnya pada topik bioteknologi. Oleh karena itu, cincalok memiliki potensi yang kuat sebagai sumber belajar yang bermakna dan kontekstual dalam pendidikan sains terutama pada materi bioteknologi dalam Kurikulum Merdeka.
Dampak Pendekatan SETS ( Science, Environment, Technology, and Society ) dalam Pembelajaran IPA di Indonesia: Systematic Review Ina Lestari; Sri Wahyurahmadina; Safrida Dwiningsih; Roma Ismi; M. Rahmad; Y Yennita
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.94875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penelitian mengenai  pendekatan SETS dan dampaknya pada pembelajaran IPA di tingkat SMP telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah systematic literature review yang menggunakan diagram PRISMA. Literatur dicari melalui database Google Scholar dan Crossref. Systematic review digunakan untuk mensintesis berbagai penelitian yang relevan dan memperoleh artikel ilmiah terkait efektivitas pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA di SMP, dengan tahun publikasi 2019–2024. Artikel yang ditemukan kemudian disaring berdasarkan dua kriteria, yaitu kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 24 artikel yang layak untuk dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara naratif. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan SETS dapat meningkatkan keterampilan abad 21.This research aims to examine the extent to which research has been carried out regarding the SETS approach and its impact on science learning at the junior high school level. This type of research is a systematic literature review using the PRISMA diagram. Literature was searched through Google Scholar and Crossref databases. A systematic review was used to synthesize various relevant research and obtain scientific articles related to the effectiveness of the SETS approach in science learning in junior high schools, with publication years 2019–2024. The articles found were then filtered based on two criteria, namely inclusion and exclusion criteria, resulting in 24 articles that were suitable for analysis. Data analysis in this research was carried out narratively. The results show that learning with the SETS approach can improve 21st century skills.