Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur omega-3 (KTO3) pada berbagai level dalam pengencer Beltsville Thawing Solution (BTS) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 = BTS + 20% kuning telur ayam kampung (KTK), P1 = BTS + 5% KTO3, P2 = BTS + 10% KTO3, P3 = BTS + 15% KTO3, dan P4 = BTS + 20% KTO3. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18–20 °C, kemudian dilakukan evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa setiap 8 jam selama penyimpanan. Analisis data meliputi perhitungan rataan, standar deviasi, analisis ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (15% KTO3) pada penyimpanan jam ke-40 menghasilkan motilitas dan daya tahan hidup spermatozoa masing-masing sebesar 42,5% dan 41,33 jam, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan P0 dan P1 (P<0,05), namun tidak berbeda nyata dengan P2 dan P4 (P>0,05). Viabilitas spermatozoa tertinggi juga diperoleh pada perlakuan P3 dan berbeda nyata dengan P1 (P<0,05), tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P>0,05). Sementara itu, variabel abnormalitas spermatozoa menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan KTO3 sebesar 15% ke dalam pengencer BTS mampu mempertahankan kualitas semen cair babi Landrace selama penyimpanan. Kata kunci: babi Landrace, Beltsville thawing solution, kuning telur omega-3