This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Debby Syukriani
Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI BAYAM BRAZIL (Altehrnanthera sisso) SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM AIR MINUM TERHADAP KARKAS DAN ORGAN LIMFOID BROILER: The Effect of Adding Fermented Brazilian Spinach (Altehrnanthera sisso) as a Feed Additive in Drinking Water on Carcass and Lymphoid Organs of Broilers Fito Abdul Kadir; Debby Syukriani; Nilawati Nilawati
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek bayam Brasil yang difermentasi dan diberikan melalui air minum pada organ limfoid dan persentase karkas pada ayam pedaging. Sebanyak 100 anak ayam umur sehari (DOC) secara acak dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan empat kali ulangan masing-masing. Perlakuan meliputi: P0 (kontrol tanpa bayam Brasil yang difermentasi/FBB), P1 (1% FBB), P2 (1,5% FBB), P3 (2% FBB), dan P4 (2,5% FBB). Proses fermentasi melibatkan pencampuran bayam Brasil dengan molase dan EM4 dan menginkubasinya secara anaerob selama 14 hari. Variabel yang diamati meliputi berat relatif organ limfoid (timus, bursa Fabricius, limpa). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bayam Brasil yang difermentasi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap berat relatif timus, bursa, atau limpa. Namun demikian, perlakuan P3 menunjukkan peningkatan biologis tertinggi pada organ-organ berikut: timus (0,242±0,01%), bursa (0,18±0,02%), dan limpa (0,17±0,06%), yang menunjukkan efek peningkatan imunitas. Analisis fitokimia menunjukkan peningkatan total fenol dan aktivitas antioksidan pasca fermentasi, yang berkontribusi pada perkembangan organ imunitas. Persentase karkas menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (P<0,05), dengan nilai tertinggi tercatat pada P3 (67,85±2,33%), yang menunjukkan pemanfaatan nutrisi dan efisiensi pertumbuhan yang lebih baik. Kesimpulannya, suplementasi bayam Brasil fermentasi 2% dalam air minum (P3) memberikan manfaat optimal, meningkatkan kesehatan imunitas melalui peningkatan organ limfoid dan meningkatkan hasil karkas secara signifikan. Pendekatan ini menghadirkan alternatif aditif pakan alami yang menjanjikan untuk antibiotik sintetis, yang mendukung produksi broiler yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesehatan.   Kata kunci: Althernanthera sisso, broiler, fermentasi, karkas, organ limfoid