p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Nilawati Nilawati
Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI BAYAM BRAZIL (Altehrnanthera sisso) SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM AIR MINUM TERHADAP KARKAS DAN ORGAN LIMFOID BROILER: The Effect of Adding Fermented Brazilian Spinach (Altehrnanthera sisso) as a Feed Additive in Drinking Water on Carcass and Lymphoid Organs of Broilers Fito Abdul Kadir; Debby Syukriani; Nilawati Nilawati
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek bayam Brasil yang difermentasi dan diberikan melalui air minum pada organ limfoid dan persentase karkas pada ayam pedaging. Sebanyak 100 anak ayam umur sehari (DOC) secara acak dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan empat kali ulangan masing-masing. Perlakuan meliputi: P0 (kontrol tanpa bayam Brasil yang difermentasi/FBB), P1 (1% FBB), P2 (1,5% FBB), P3 (2% FBB), dan P4 (2,5% FBB). Proses fermentasi melibatkan pencampuran bayam Brasil dengan molase dan EM4 dan menginkubasinya secara anaerob selama 14 hari. Variabel yang diamati meliputi berat relatif organ limfoid (timus, bursa Fabricius, limpa). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bayam Brasil yang difermentasi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap berat relatif timus, bursa, atau limpa. Namun demikian, perlakuan P3 menunjukkan peningkatan biologis tertinggi pada organ-organ berikut: timus (0,242±0,01%), bursa (0,18±0,02%), dan limpa (0,17±0,06%), yang menunjukkan efek peningkatan imunitas. Analisis fitokimia menunjukkan peningkatan total fenol dan aktivitas antioksidan pasca fermentasi, yang berkontribusi pada perkembangan organ imunitas. Persentase karkas menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (P<0,05), dengan nilai tertinggi tercatat pada P3 (67,85±2,33%), yang menunjukkan pemanfaatan nutrisi dan efisiensi pertumbuhan yang lebih baik. Kesimpulannya, suplementasi bayam Brasil fermentasi 2% dalam air minum (P3) memberikan manfaat optimal, meningkatkan kesehatan imunitas melalui peningkatan organ limfoid dan meningkatkan hasil karkas secara signifikan. Pendekatan ini menghadirkan alternatif aditif pakan alami yang menjanjikan untuk antibiotik sintetis, yang mendukung produksi broiler yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesehatan.   Kata kunci: Althernanthera sisso, broiler, fermentasi, karkas, organ limfoid
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM REBUSAN SERAI (Cymbopogan ciratus) TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR ITIK: Effect of Soaking Time in Lemongrass Stew (Cymbopogan ciratus) on the Internal Quality of Duck Eggs Bunga Sintia Rahmi; Nilawati Nilawati; Irzal Irda
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3208

Abstract

Telur segar memiliki daya simpan yang terbatas, yaitu sekitar 10 hingga 14 hari pada suhu ruang. Setelah itu, kualitasnya cenderung menurun. Sebagai alternatif pengawetan alami, serai yang mengandung senyawa tanin dimanfaatkan karena kemampuannya dalam menyamak kulit telur, sehingga dapat memperpanjang masa simpan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman rebusan serai (Cymbopogon citratus) terhadap kualitas internal telur itik. Metode penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 butir telur itik. Perlakuan yang diterapkan meliputi A = tanpa perendaman (kontrol), B = perendaman selama 10 menit, C = 20 menit, D = 30 menit, dan E = 40 menit, dengan konsentrasi larutan sebesar 30%. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati adalah indeks kuning telur, indeks putih telur, Haugh unit, kedalaman rongga udara, penyusutan bobot telur, dan ketebalan kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lama perendaman rebusan serai berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur, Haugh unit, kedalaman rongga udara telur itik, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penyusutan bobot telur dan ketebalan kerabang. Perendaman telur itik dalam rebusan serai selama 10 menit efektif dalam mempertahankan kualitas internal telur selama penyimpanan, serta dapat menjadi alternatif pengawetan alami yang aman dan ramah lingkungan.   Kata kunci: kualitas internal telur itik, serai, telur itik