Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengatasi Kesenjangan Digital Petani Milenial melalui Penguatan Kapasitas Komunikasi Digital Hari Otang Sasmita; Amiruddin Saleh; Wahyu Budi Priatna; Pudji Muljono
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1545-1549

Abstract

Transformasi digital sektor pertanian melalui program pembangunan sumber daya manusia merupakan agenda strategis pembangunan nasional yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan di masa depan. Petani milenial diposisikan sebagai aktor utama dalam proses ini karena dinilai lebih adaptif terhadap inovasi teknologi. Penelitian terhadap petani milenial di Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa motivasi digital berpengaruh signifikan terhadap keterampilan digital. Aspek ini kemudian membentuk kapasitas komunikasi digital petani milenial, yang berperan sebagai mediator utama dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk akses informasi pertanian, komunikasi, dan pemasaran. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital di kalangan petani milenial belum berlangsung secara merata dan mencerminkan pola digital inequality, yang dipengaruhi oleh perbedaan tingkat pendidikan, akses, serta pengalaman penggunaan TIK. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyediaan teknologi tanpa penguatan keterampilan digital berpotensi menghasilkan adopsi yang terbatas dan tidak berkelanjutan. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, digitalisasi pertanian berisiko memperlebar kesenjangan antar petani milenial. Oleh karena itu, policy brief ini merekomendasikan penekanan pendekatan kebijakan transformasi pertanian menuju penguatan kapasitas komunikasi digital petani milenial secara bertahap, inklusif, dan berkelanjutan. 
Penggunaan Brand Ambassador Song Joong Ki terhadap Minat Beli Produk Scarlett di Kalangan Remaja Tenri Fahira Larasati Isma; Hari Otang Sasmita; Rici Tri Harpin Pranata; Sutisna Riyanto
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand ambassador Song Joong Ki terhadap minat beli produk Scarlett di kalangan remaja. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 88 responden berusia 18–25 tahun yang pernah melihat promosi Scarlett yang menampilkan Song Joong Ki. Data dianalisis dengan regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel brand ambassador terhadap minat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,867 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai R² sebesar 0,423 mengindikasikan bahwa 42,3% variabilitas minat beli dijelaskan oleh persepsi terhadap brand ambassador. Temuan ini mendukung Source Credibility Model dan Match-Up Hypothesis, yang menegaskan bahwa daya tarik, kepercayaan, dan kesesuaian citra endorser berperan penting dalam membentuk minat beli. Penelitian ini memperkuat bukti bahwa penggunaan figur publik global yang kredibel efektif meningkatkan daya tarik merek lokal.