Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi campak serta faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Secara khusus, penelitian ini mengkaji gambaran pelaksanaan program, proses pemberian imunisasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan, termasuk identifikasi faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi. Setelah dilakukan identifikasi masalah kesehatan, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode ini digunakan untuk memilih masalah yang paling membutuhkan penanganan segera berdasarkan tingkat urgensi, keseriusan dampak, dan potensi perkembangan masalah. Penilaian dilakukan dengan skala 1–5, di mana Urgency menilai tingkat kegawatan, Seriousness menilai besarnya dampak, dan Growth menilai kecepatan perkembangan masalah apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan hasil kegiatan magang, pelaksanaan program imunisasi di Puskesmas Lubuk Buaya telah berjalan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI, meliputi imunisasi dasar, lanjutan, dan BIAS dengan perencanaan yang cukup terstruktur. Namun, cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar masih belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, serta dukungan sekolah yang belum optimal.Sistem pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi sudah berjalan baik, termasuk pelaksanaan imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan. Puskesmas juga telah melakukan berbagai upaya seperti edukasi kepada orang tua, koordinasi dengan sekolah, dan pemberian imunisasi tambahan.Secara keseluruhan, program imunisasi telah berjalan sesuai standar, namun masih diperlukan penguatan edukasi masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi strategi imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya.