Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Program Imunisasi Campak Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Pada Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Pada Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Ridholla Permata Sari; Devy Shintya; Dilla Sriwahyuni
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi campak serta faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Secara khusus, penelitian ini mengkaji gambaran pelaksanaan program, proses pemberian imunisasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan, termasuk identifikasi faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi. Setelah dilakukan identifikasi masalah kesehatan, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode ini digunakan untuk memilih masalah yang paling membutuhkan penanganan segera berdasarkan tingkat urgensi, keseriusan dampak, dan potensi perkembangan masalah. Penilaian dilakukan dengan skala 1–5, di mana Urgency menilai tingkat kegawatan, Seriousness menilai besarnya dampak, dan Growth menilai kecepatan perkembangan masalah apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan hasil kegiatan magang, pelaksanaan program imunisasi di Puskesmas Lubuk Buaya telah berjalan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI, meliputi imunisasi dasar, lanjutan, dan BIAS dengan perencanaan yang cukup terstruktur. Namun, cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar masih belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, serta dukungan sekolah yang belum optimal.Sistem pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi sudah berjalan baik, termasuk pelaksanaan imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan. Puskesmas juga telah melakukan berbagai upaya seperti edukasi kepada orang tua, koordinasi dengan sekolah, dan pemberian imunisasi tambahan.Secara keseluruhan, program imunisasi telah berjalan sesuai standar, namun masih diperlukan penguatan edukasi masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi strategi imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya.
Peningkatan Kesehatan Melalui Edukasi Pengolahan Sampah Di Kampung Baru Talao Mundam, Padang Pariaman Rira Fauziah Hasibuan; Ridholla Permata Sari; Srasomi Srasomi; Marsya Wulandari; Julianri Wanda; Niken Febriyan
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4083

Abstract

Pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan observasi dan wawancara ditemukan bahwa 73,3% rumah tangga belum melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, sebanyak 60% masyarakat masih memiliki kebiasaan membakar sampah secara terbuka di pekarangan rumah, dan 26,7% sisanya membuang sampah ke lahan kosong atau saluran drainase lokal Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan menjadi kurang bersih, menimbulkan bau tidak sedap, serta menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, dan tikus sebagai vektor penyebaran penyakit. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, penyampaian materi menggunakan media edukasi, diskusi, evaluasi pre-test dan post-test serta demonstrasi cara memilah dan mengelola sampah dengan tepat. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar meningkat sebesar 30%. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.