Diki Pramana Karo Karo
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penggunaan Bahasa Baku Indonesia dalam Komunikasi Akademik Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi: Sebuah Kajian Sosiolinguistik dan Refleks Digital Dinda Galuh Dwiningtyas; Riza Al Putri; Kartika Sari; Diki Pramana Karo Karo; Sri Kurnia Hastuti Sebayang
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tingkat pemahaman, persepsi, dan penerapan bahasa Indonesia baku dalam komunikasi akademik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Di era disrupsi digital, penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan yang semakin masif telah melahirkan berbagai variasi bahasa yang cenderung menggeser penggunaan ragam bahasa Indonesia baku dalam komunikasi akademik di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis korpus teks dan studi sosiolinguistik. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 50 mahasiswa aktif sebagai responden serta analisis dokumen terhadap 30 sampel korpus teks berupa pesan WhatsApp yang dikirim mahasiswa kepada dosen wali maupun dosen mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki tingkat pemahaman teoritis yang cukup baik mengenai kosakata baku, kemampuan mereka dalam menerapkan bahasa Indonesia baku pada komunikasi tertulis formal masih menunjukkan penyimpangan yang cukup signifikan. Kesalahan berbahasa didominasi oleh penggunaan singkatan informal (70%), kesalahan afiksasi (45%), interferensi bahasa gaul (40%), dan ketidaktepatan pemilihan diksi (35%). Fenomena tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu refleks digital (habitual digital action) akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial serta hambatan psikologis berupa kekhawatiran akan terciptanya jarak sosial apabila menggunakan ragam bahasa yang terlalu formal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi kurikulum bahasa Indonesia di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga menekankan pembiasaan pada ranah afektif dan psikomotorik dalam praktik komunikasi akademik formal.