Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)

Analisis Penggunaan Bahasa Baku Indonesia dalam Komunikasi Akademik Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi: Sebuah Kajian Sosiolinguistik dan Refleks Digital

Dinda Galuh Dwiningtyas (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai)
Riza Al Putri (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai)
Kartika Sari (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai)
Diki Pramana Karo Karo (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai)
Sri Kurnia Hastuti Sebayang (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budidaya Binjai)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tingkat pemahaman, persepsi, dan penerapan bahasa Indonesia baku dalam komunikasi akademik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Di era disrupsi digital, penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan yang semakin masif telah melahirkan berbagai variasi bahasa yang cenderung menggeser penggunaan ragam bahasa Indonesia baku dalam komunikasi akademik di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis korpus teks dan studi sosiolinguistik. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 50 mahasiswa aktif sebagai responden serta analisis dokumen terhadap 30 sampel korpus teks berupa pesan WhatsApp yang dikirim mahasiswa kepada dosen wali maupun dosen mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki tingkat pemahaman teoritis yang cukup baik mengenai kosakata baku, kemampuan mereka dalam menerapkan bahasa Indonesia baku pada komunikasi tertulis formal masih menunjukkan penyimpangan yang cukup signifikan. Kesalahan berbahasa didominasi oleh penggunaan singkatan informal (70%), kesalahan afiksasi (45%), interferensi bahasa gaul (40%), dan ketidaktepatan pemilihan diksi (35%). Fenomena tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu refleks digital (habitual digital action) akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial serta hambatan psikologis berupa kekhawatiran akan terciptanya jarak sosial apabila menggunakan ragam bahasa yang terlalu formal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi kurikulum bahasa Indonesia di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga menekankan pembiasaan pada ranah afektif dan psikomotorik dalam praktik komunikasi akademik formal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jcgcs

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the ...