Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Nilai Pendidikan Spiritual Imam Al-Ghazali dalam Penguatan Karakter Anak di Era Digital Nur Ali Subhan; Muhammad Nur Rizal; Budi Budi; Nur Khamid Al Mi’roji
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1074

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Kemudahan akses terhadap informasi, media sosial, dan berbagai bentuk hiburan digital di satu sisi membuka peluang pembelajaran, tetapi di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa degradasi moral, menurunnya empati, kecanduan gawai, serta melemahnya kesadaran spiritual. Penguatan karakter anak memerlukan fondasi pendidikan yang mampu mengintegrasikan aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai pendidikan spiritual dalam pemikiran Imam Al-Ghazali serta menganalisis relevansinya terhadap penguatan karakter anak di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode penelitian tokoh. Data primer diperoleh dari karya-karya Imam Al-Ghazali, terutama Ihya' Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, dan Bidayat al-Hidayah. Data sekunder berasal dari artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep utama pendidikan spiritual menurut Imam Al-Ghazali dibangun atas nilai penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs).  Nilai tersebut dapat direkonstruksi menjadi kerangka konseptual dalam penguatan karakter anak melalui sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat di era digital.