Muhammad Fahmi Habibie
Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN TINGKAT KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Muhammad Fahmi Habibie; Susy Olivia Lontoh
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i1.38139

Abstract

Kopi merupakan minuman yang dikonsumsi secara luas di berbagai negara dan menjadi salah satu sumber utama kafein. Pada mahasiswa kedokteran, konsumsi kopi umumnya dilakukan untuk membantu menjaga kewaspadaan, meningkatkan fokus, serta mendukung aktivitas belajar yang padat. Di sisi lain, kualitas tidur yang buruk merupakan masalah yang sering ditemukan pada mahasiswa kedokteran akibat tingginya tuntutan akademik dan dapat memengaruhi fungsi kognitif maupun performa belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara konsumsi kopi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 161 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023–2024 berpartisipasi sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner mengenai kebiasaan konsumsi kopi dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Berdasarkan jumlah konsumsi harian, responden dikelompokkan menjadi konsumsi tidak berlebihan (≤1000 mL/hari) dan konsumsi berlebihan (>1000 mL/hari). Sementara itu, kualitas tidur dibedakan menjadi kategori baik (skor PSQI ≤5) dan buruk (skor PSQI >5). Hubungan antara kedua variabel dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact. Rata-rata konsumsi kopi responden mencapai 397,67 ± 460,60 mL per hari, dengan sebagian besar responden (89,44%) berada pada kelompok konsumsi tidak berlebihan. Nilai rata-rata skor PSQI adalah 7,16 ± 2,74, yang menunjukkan bahwa 70,81% responden memiliki kualitas tidur yang tergolong buruk. Hasil analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dan kualitas tidur (p=0,025). Responden dengan konsumsi kopi berlebihan memiliki peluang sekitar 1,38 kali lebih besar untuk mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan responden dengan konsumsi kopi yang tidak berlebihan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat konsumsi kopi berhubungan secara bermakna dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.