Ricky Susanto
Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETERKAITAN PARITAS DENGAN KASUS KETUBAN PECAH DINI DI RS CINTA KASIH TZU CHI CENGKARENG Nasalya Maura Ramadhani; Ricky Susanto
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i02.38162

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai suatu peristiwa ketika membran ketuban mengalami kerusakan atau robek sebelum dimulainya proses persalinan. Kondisi ini memberikan dampak buruk bagi ibu maupun janin melalui peningkatan risiko kesakitan dan kematian, serta berkontribusi pada 30%–40% kelahiran prematur secara global. Berbagai faktor risiko yang berperan dalam terjadinya KPD, di antaranya paritas, infeksi vagina atau serviks, kehamilan ganda, riwayat KPD sebelumnya, usia ibu, trauma, dan sempitnya panggul. Jumlah persalinan (paritas) yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak dapat memengaruhi kondisi fisiologis rahim dan berpotensi meningkatkan risiko KPD. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara paritas dengan kejadian KPD di RS Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng periode 2021–2025. Studi ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional dan pendekatan retrospektif, melibatkan 130 subyek yang diambil secara quota sampling dari rekam medis pasien. Hasil Studi menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 93 (71,5%) berada pada kategori paritas berisiko, sementara kejadian KPD ditemukan pada 59 (45,4%) responden. Analisis Chi-Square memperlihatkan adanya keterkaitan yang bermakna antara paritas dan kejadian KPD (p = 0,039). Perolehan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,521 menunjukkan bahwa ibu dengan paritas berisiko memiliki peluang 2,521 kali lebih besar mengalami KPD dibandingkan ibu dengan paritas tidak berisiko. Temuan ini menegaskan pentingnya paritas sebagai faktor risiko yang memerlukan pengawasan intensif guna mencegah timbulnya komplikasi kehamilan.