Ruliani Ruliani
Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap adanya Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit PT. Seuramoe Agro Persada Di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Rahmat Badawi; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak adanya pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Seuramoe Agro Persada bagi kehidupan masyarakat dilihat dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan informasi secara objektif dan menjelaskannya secara deskriptif. Data pada penelitian ini diperoleh dari teknik pengumpulan data melalui observasi, pencarian literatur seperti buku ataupun sumber dari internet, dan dengan menyebarkan angket kepada subjek. Subjek penelitian ini adalah 20 orang yang termasuk di dalamnya terdapat beberapa pegawai pabrik, para petani, dan masyarakat setempat sebagai sampel. Hasilnya adalah keberadaan pabrik ini sangat berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, dengan adanya pabrik ini juga memperluas lapangan kerja sehingga masyarakat bisa bekerja sebagai pegawai pabrik yang mempengaruhi keadaan ekonomi nya menjadi lebih baik. Kemudian dengan adanya pabrik juga berdampak bagi lingkungan masyarakat sekitar yaitu, warga diuntungkan karena tandan kosong yang dihasilkan dapat menyuburkan lahan. Setelah itu, warga juga merasa bahwa dengan adanya pabrik ini membuat aliran sungai menjadi tercemar dan bau tak sedap yang dihasilkan oleh adanya pabrik kelapa sawit. Kesimpulannya adalah menurut persepsi masyarakat, pabrik kelapa sawit tidak hanya memiliki dampak positif tetapi juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.Kata kunci: Persepsi masyarakat, Pabrik kelapa sawit, Dampak positif, Dampak negatif.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KELESTARIAN RUMAH ACEH PIDIE Salsal Bella; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33426

Abstract

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak dan salah satunya yaitu Rumah Adat. Aceh memiliki rumah adat yang disebut Rumoh Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Persepsi Masyarakat Reului Busu Terhadap Pelestarian Rumoh Aceh. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden menggunakan kusioner yang telah disiapkan dan Data sekunder yang diperoleh dari desa Reului Busu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mempertahankan keberadaan rumah aceh yang berbahan dasar kayu karena berbagai faktor, yaitu: budaya, warisan, bahan baku, kondisi ekonomi masyarakat, pengetahuan masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Pemerintah perlu membuat peraturan daerah untuk mempertahankan keberadaan rumah aceh yang tersisa dan memberikan subsidi kepada masyarakat untuk merawatnya agar tetap lestari.
PERAN MAHOUT (PAWANG GAJAH) TERHADAP KELESTARIAN GAJAH DI CRU SAMPOINIET, KECAMATAN SAMPOINIET, ACEH JAYA Cut Annisa Zahra Humaira; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33424

Abstract

Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) termasuk dalam ordo Proboscidea yang terancam punah. Penurunan gajah di Aceh khususnya di Kecamatan Sampoiniet terus terjadi karena adanya interaksi negatif antara gajah dengan masyarakat sehingga menyebabkan gajah terbunuh. Selain menjaga gajah yang ada di tempat konservasi, mahout juga bertugas untuk meredam konflik antara masyarakat dengan gajah liar. CRU atau Consersation Response Unit merupakan pusat konservasi hewan liar yang tidak hanya mengurus gajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode observasi dengan datang langsung ke CRU sampoiniet. melakukan wawancara dengan pihak CRU dan Mahout serta ranger yang bertugas untuk kawasan tersebut. Penanganan jika terjadi interaksi negatif dengan cara menggiring gajah kembali kehutan lalu tidak terjadinya kontak dengan masyarakat sehingga tidak terjadi interaksi negatif. Jika ada gajah liar yang mengganggu lalu pihak CRU merespon setidaknya ada respon 50% masalah bisa teratasi. CRU Sampoiniet akan mengupayakan penduduk tidak menanam tanaman yang disukai gajah yang berada di home range habitat gajah.
PERANAN INDUSTRI KERIPIK SAREE DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI SAREE, KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH, ACEH BESAR (Studi Kasus Tahun 2023) Nadia Julifa; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33415

Abstract

Saree merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Lembah Seulawah, Aceh besar. Sebagian besar masyarakat Saree bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Hasil dari pertanian dan perkebunan tersebut diantaranya yaitu Singkong dan Ubi serta pisang yang diolah menjadi keripik. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu suatu cara yang lebih fokus kepada analisa dan pengamatan fenomena. Usaha keripik saree dijalankan oleh keluarga sendiri. Keuntungan bersih yang didapatkan oleh para pemilik usaha keripik Saree setelah dikurangkan dengan modal perharinya dan gaji para tenaga kerja berjumlah Rp. 3.000.000,- sampai dengan Rp.10.000.000,-/bulan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari penjualan keripik selama satu bulan dapat memenuhi pendapatan keluarga para pengusaha keripik. Para penjual sangat berharap pemerintah lebih peduli dan memikirkan solusi agar usaha keripik Saree supaya industri keripik Saree bisa lebih baik, berkembang ke arah yang lebih maju dan jaya sehingga walaupun dengan adanya pembangunan jalan tol tidak akan membuat industri keripik Saree hilang.Kata kunci: Industri Rumah Tangga, Usaha, Keripik, Saree.
ANALISI SWOT TERHADAP PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGOLAHAN PALA di KECAMATAN TAPAKTUAN, KABUPATEN ACEH SELATAN. Naufi Mulia Sari; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33401

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tanaman rempah. Provinsi Aceh merupakan salah satu sentra penghasil pala, produksi terbesarnya adalah di Kabupaten Aceh Selatan. Sejumlah pengusaha olahan produk minyak pala di Aceh Selatan mengaku mengalami kerugian besar beberapa tahun terakhir, kaerna bahan baku yang sangat terbatas mengakibatkan produksi yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan industri rumah tangga pengolahan pala di kecamatan Tapaktuan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan industri rumah tangga pengolahan pala di Tapaktuan sangat berpeluang untuk dikembangkan bahkan menjadikan Tapaktuan sebagai pusat industri pengolahan pala di Aceh. Hal tersebut disebabkan kelebihan wilayah Tapaktuan sebagai wilayah penghasil pala dan permintaan pasar terhadap produk olahan pala yang tergolong tinggi. Produsen olahan pala juga dapat berpeluang untuk menjangkau pasar global/ekspor mengingat permintaan expor yang juga tinggi. Hambatan yang dialami diantaranya penyediaan bahan baku yang tidak konsisten dalam memenuhi permintaan produksi, hingga kurangnya bantuan modal dari pemerintah. Hal tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dalam pengambilan tindakan seperti pemberdayaan petani pala, pelaku industri dan penyediaan pasar agar industri pengolahan pala dapat terus berkembang dan eksis sebagai produk olahan khas dari daerahAceh Selatan.
PERAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KERJA TAHUN DI DESA LAU KESUMPAT KABUPATEN KARO Elvi Mardiana Sembiring; Abdul Wahab Abdi; Ahmad Nubli Gadeng; Ruliani Ruliani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i1.26302

Abstract

Tradisi kerja tahun adalah kegiatan rutin yang setiap tahun yang biasanya dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan bersama bagian dari ucapan syukur. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana peran masyarakat dalam usaha melestarikan nilai-nilai kearifan lokal kerja tahun di Desa Lau Kesumpat Kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran masyarakat dalam usaha melestarikan nilai-nilai kearifan lokal kerja tahun di Desa Lau Kesumpat, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam menganalisis masalah penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang telah didapat dari proses wawancara masyarakat Desa Lau Kesumpat disajikan dengan bentuk deskripsi dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Beberapa tahapan pengolahan data melalui empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil pengolahan data bahwa kegiatan kerja tahun di Desa Lau Kesumpat telah berubah. Kerja tahun hanya dilaksanakan sekali saja setahun yaitu di bulan Juli. Hal ini terjadi disebabkan oleh perkembangan zaman dan pengaruh faktor ekonomi. Nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi kerja tahun dapat dilihat, bila masyarakat mampu mempertahankan nilai-nilai itu sendiri. Dilihat dari bagaimana antusias masyarakat dalam mempersiapkan pelaksanaan kerja tahun ini. Nilai-nilai kearifan lokal kerja tahun pada masyarakat karo di Desa Lau Kesumpat yaitu: (1) kesopansantunan; (2) Kejujuran; (3)Kerukunan; (4) Komitmen; (5) Rasa Syukur; (6) kepercayaan; (7) pelestarian budaya. Cara masyarakat melestarikan nilai-nilai kearifan lokal ini yaitu dilihat dari bagaimana peranan serta keikutsertaan semua masyarakat karo di Desa Lau Kesumpat bekerja sama dalam menyukseskan acara kerja tahun tersebut.