This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kuliner
Edita Dua Ketik
Pendidikan Seni Kuliner, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Kesukaan Roti Manis Puree Sukun dengan Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Edita Dua Ketik; Luh Masdarini; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani
Jurnal Kuliner Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jk.v6i2.114729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1)formulasi roti manis puree sukun dengan penambahan ekstrak daun kelor; (2) untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan yang dilihat berdasarkan aspek warna, tekstur, aroma dan rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan terhadap 70 panelis masyarakat umum dengan menggunakan instrumen berupa lembaran penilaian skala likert untuk mengukur tingkat kesukaan masyarakat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa; (1) formulasi terbaik roti manis puree sukun dengan penambahan ekstrak daun kelor diperoleh dari komposisi 300 gram tepung terigu, 85 gram puree sukun, 39 gram kuning telur, 7 gram ragi instan, 2 gram bread improver, 75 gram gula pasir, 20 gram susu bubuk, 2,5 gram garam, 35 gram margarin dan 85 mili liter ekstrak daun kelor; (2) Tingkat kesukaan masyarakat terhadap roti manis puree sukun dengan penambahan ekstrak daun kelor menunjukan nilai yang tinggi pada setiap aspek yaitu warna dengan skor rata–rata 4,71, tekstur dengan skor rata–rata 4,52, aroma dengan skor rata–rata 4,27 dan rasa dengan skor rata–rata 4,77. Berdasarkan nilai rata–rata yang diperoleh roti manis puree sukun dengan penambahan ekstrak daun kelor termasuk dalam kategori sangat disukai oleh panelis. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai inovasi produk pangan lokal.