Muhammad Ishak
Politeknik Dewantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sentimen Ulasan Aplikasi DeepSeek di Google Play Store menggunakan Algoritma Decision Tree Muhammad Ishak; Andi Wafda; Ryan Alghazali Pakkaja
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.1129

Abstract

Aplikasi kecerdasan buatan (AI) DeepSeek telah menjadi fenomena baru dalam teknologi asisten virtual, bersaing ketat dengan platform mapan lainnya. Ulasan pengguna di Google Play Store menyediakan data krusial untuk mengevaluasi persepsi publik terhadap kinerja aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen pengguna DeepSeek serta mengidentifikasi faktor dominan penyebab kepuasan maupun ketidakpuasan. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen komputasi, yaitu melakukan pengujian model klasifikasi sentimen berbasis supervised learning (Decision Tree) pada data ulasan yang diperoleh melalui scraping Google Play Store dan direpresentasikan menggunakan fitur TF-IDF. Metodologi penelitian dimulai dengan pengumpulan data sebanyak 3506 ulasan melalui teknik scraping, diikuti tahap pra-pemrosesan teks yang meliputi case folding, cleaning, normalisasi kata tidak baku dan stopword removal untuk menangani variasi bahasa informal. Klasifikasi sentimen dilakukan menggunakan algoritma Decision Tree dengan ekstraksi fitur TF-IDF, menerapkan pelabelan otomatis berbasis skor/rating. Hasil evaluasi menunjukkan model mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 75,93%. Analisis mendalam menggunakan N-Gram mengungkapkan temuan signifikan: sentimen negatif didominasi oleh kendala infrastruktur teknis dengan tingginya frekuensi frasa "server busy please" dan "try again later", sedangkan sentimen positif berpusat pada aspek fungsionalitas dengan kata kunci "sangat membantu" dan "bagus". Temuan ini mengindikasikan bahwa perbaikan stabilitas server dan skalabilitas layanan berpotensi menjadi strategi utama untuk meningkatkan persepsi pengguna.
Transformasi Administrasi Surat: Perancangan Konseptual Sistem Berbasis Odoo ERP pada Armbian Linux untuk Lingkungan Perkantoran Ryan Alghazali Pakkaja; Andi Wafda; Muhammad Ishak
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.1130

Abstract

Administrasi surat merupakan salah satu proses penting dalam pengelolaan dokumen perkantoran, terutama pada instansi pendidikan dan organisasi pemerintahan. Namun, praktik umum di banyak institusi masih bersifat manual, seperti pencatatan surat masuk pada buku tulis dan pencatatan surat keluar pada lembar Excel. Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menyulitkan pencarian arsip, rawan kesalahan input, serta tidak menyediakan riwayat dan tracking dokumen secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep transformasi administrasi surat melalui pemanfaatan Odoo ERP yang berjalan pada platform Armbian Linux. Metode penelitian yang digunakan adalah Conceptual System Design (CSD) melalui tahapan identifikasi masalah, observasi proses manual, analisis kebutuhan, perancangan arsitektur, perancangan workflow surat masuk dan surat keluar, serta penyusunan blueprint sistem. Pendekatan CSD digunakan untuk menghasilkan rancangan infrastruktur digital yang efisien, ringan, serta memungkinkan dijalankan pada perangkat berbiaya rendah seperti Single Board Computer (SBC). Hasil penelitian berupa blueprint sistem administrasi surat masuk dan keluar yang mencakup arsitektur server, alur kerja digital, modul dokumen, serta mekanisme otomatisasi pencatatan. Studi ini menunjukkan bahwa rancangan sistem Odoo ERP pada Armbian Linux berpotensi meningkatkan keteraturan administrasi, mempercepat penelusuran arsip, dan menurunkan hambatan implementasi melalui kebutuhan infrastruktur yang relatif ringan, serta dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan pada tahap implementasi dan evaluasi empiris.