Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengatasi risiko keamanan sekaligus merumuskan strategi adopsi yang tepat agar cloud computing dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung transformasi digital yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan keamanan krusial dalam lingkungan cloud computing serta merumuskan strategi adopsi yang efektif melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji tantangan keamanan dan strategi adopsi cloud computing. Sumber data diperoleh dari tiga basis data bereputasi, yaitu Google Scholar, IEEE Xplore, dan ScienceDirect, dengan rentang publikasi 2020–2025. Strategi pencarian menggunakan kata kunci “Cloud Computing Security”, “Digital Transformation”, “Cloud Adoption Strategy”, dan “Private Cloud”. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas risiko keamanan, strategi adopsi (manajerial/teknis), dan efisiensi operasional, sedangkan eksklusi mencakup studi di luar topik, tidak membahas arsitektur cloud, atau di luar periode. Proses seleksi mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui tahap identifikasi, screening, dan eligibility hingga diperoleh 20 artikel. Data dianalisis dengan pengelompokan tematik dan disintesis secara deskriptif untuk menghasilkan rekomendasi strategis berbasis analisis SWOT.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan keamanan utama didominasi oleh serangan Denial of Service (DoS) berbasis HTTP/XML dan risiko kedaulatan data akibat vendor lock-in. Temuan utama studi ini merekomendasikan strategi mitigasi hibrida yang menggabungkan pendekatan manajerial dan teknis. Dari sisi manajerial, perencanaan berbasis analisis SWOT terbukti efektif memetakan kesiapan internal organisasi. Dari sisi teknis, implementasi Private Cloud menggunakan platform mandiri seperti Nextcloud atau OwnCloud teridentifikasi sebagai solusi paling optimal untuk memberikan kontrol penuh terhadap enkripsi dan hak akses pengguna. Implementasi strategi ini terbukti mampu menggeser model biaya dari Capex ke Opex serta meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan keamanan data sensitif.