Wirawan .
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Perubahan R/C Ratio, BEP, MIR, dan MOS Akibat Fluktuasi Biaya Kemasan Pada Usaha Kopi Java Indonesia, Kabupaten Malang Editya Hendrawarman; Wirawan .; Tirta Yoga; Arif Efendi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 4 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jepag.v4i1.5198

Abstract

Industri kopi merupakan salah satu subsektor agroindustri yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, keberlanjutan usaha kopi sangat dipengaruhi oleh dinamika biaya produksi yang terjadi secara terus-menerus, termasuk biaya kemasan yang mengalami peningkatan akibat perubahan harga bahan baku, biaya logistik, dan kondisi ekonomi global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan indikator kelayakan usaha yang meliputi Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), Marginal Income Ratio (MIR), dan Margin of Safety (MOS) akibat kenaikan biaya kemasan pada Usaha Kopi Java di Desa Bocek, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha pada Juli 2026 dan dibandingkan dengan data kelayakan usaha periode Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan profitabilitas dan analisis titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan biaya kemasan sebesar Rp.11.000 per unit menyebabkan penurunan nilai R/C Ratio dari 1,46 menjadi 1,44, penurunan MIR dari 50,00% menjadi 48,85%, serta penurunan MOS dari 63,08% menjadi 62,21%. Selain itu, BEP unit meningkat dari 24 unit menjadi 25 unit dan BEP rupiah meningkat dari Rp.2.400.000 menjadi Rp.2.456.400. Meskipun seluruh indikator mengalami penurunan, usaha Kopi Java masih tergolong layak dan menguntungkan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan pada satu komponen biaya produksi dapat memengaruhi tingkat profitabilitas dan ketahanan usaha, sehingga evaluasi kelayakan usaha secara berkala menjadi penting bagi keberlanjutan UMKM kopi.