Swamedikasi atau pengobatan mandiri sering kali menjadi langkah awal yang diambil masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan. Namun, praktik ini kerap diiringi oleh rendahnya tingkat literasi terkait pemilihan obat yang tepat, ketepatan dosis, pemahaman efek samping, hingga cara pembuangan obat yang benar. Kondisi tersebut juga ditemukan di daerah Waibron, di mana akses terhadap informasi kefarmasian yang komprehensif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat Waibron dalam melakukan swamedikasi secara aman dan rasional melalui pendekatan edukasi langsung. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan menggunakan media visual (poster dan leaflet), serta diskusi tanya jawab interaktif serta pemahaman logo golongan obat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang diukur melalui pre-test dan post-test, di mana masyarakat menjadi lebih teliti dalam membaca informasi pada kemasan obat, mengenali tanda peringatan pada obat bebas dan obat bebas terbatas, serta menyadari pentingnya menghindari penggunaan obat keras tanpa resep dokter. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat Waibron agar lebih mandiri dan bijak dalam menjaga kesehatan keluarga melalui swamedikasi yang aman dan cerdas.