Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SISWI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SMPN 5 SENTANI Natalia Bsagai; Nasrianti; Fenska Narly Makualaina; Luther Walilo; Crystin E. Watunglawar
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.4

Abstract

Latar belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di sekolah menengah pertama negeri menunjukan siswa/siswi tidak melakukan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, cacingan, typoid, dan maag (Bajri, 2022). Pendidikan kesehatan dalam lingkungan sekolah perlu menerapkan prinsip perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dikarenakan perilaku kesehatan yang buruk dapat menimbulkan dampak yang tidak baik yakni munculnya banyak penyakit. Tujuan : diketahui Gambaran Pengetahuan Siswa-siswi Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) di SMPN 5 Sentani Metode : Jenis penelitian dengan deskriptif kuantitatif. dengan jumlah sampel sebanyak 73 orang menggunakan Propotionate Stratified Random Sampling, pengumpulan data mengggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat Hasil: Terdapat mayoritas usia 13-15 tahun sebanyak 72 responden (98,6%). Rata-rata jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 40 responden (54.8%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 33 responden (45.2%). Kelas 7 didapatkan sebanyak 29 responden (39.7%) kelas 8, sebanyak 20 responden (27.4%) kelas 9 sebanyak 24 responden (32.9%). Pengetahuan didapatkan sebanyak 24 responden (32.9%) berpengetahuan kurang, 30 responden (41.1%) berpengetahuan cukup, dan sebanyak 19 responden Kesimpulan: Pengetahuan tentang PHBS, sebagian besar dalam kategori memadai atau cukup . Saran: Diharapkan sekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan pengetahuan siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS di sekolah, bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Penyuluhan Obat Generik yang Terjangkau dan Efektif untuk Perawatan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Innal Saitis; Fenska Narly Makualaina; Nawang Wulan N P Sari
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i3.360

Abstract

Obat generik merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terjangkau dan efektif. Namun demikian, masih terdapat stigma di masyarakat yang menganggap bahwa obat generik memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan obat bermerek. Hal ini menjadi tantangan dalam pemanfaatan obat generik secara optimal di tingkat masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Harapan, khususnya di Desa Ayapo. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat generik, baik dari segi manfaat, mutu, maupun harga yang lebih terjangkau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan pendekatan edukatif melalui ceramah dan penggunaan media leaflet. Selain itu, dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi. Peserta kegiatan terdiri dari masyarakat Desa Ayapo yang berjumlah sekitar 30 orang. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi, ditandai dengan adanya interaksi aktif antara peserta dan pemateri selama sesi berlangsung. Materi yang disampaikan mencakup pengertian obat generik, jenis-jenis obat generik, cara memperoleh obat generik, serta mutu dan keamanan obat generik. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis agar mudah dipahami oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai obat generik. Hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan serta menyampaikan kembali informasi yang telah diberikan.