Tradisi Tepung Tawar merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu Kayong Utara yang mengandung nilai religius, sosial, budaya, serta pengetahuan lokal yang berpotensi diintegrasikan dalam pembelajaran biologi berbasis etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur etnosains yang terkandung dalam tradisi Tepung Tawar masyarakat Melayu di Desa Sungai Paduan sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi tokoh adat dan masyarakat yang memahami pelaksanaan, makna, serta pemanfaatan bahan-bahan dalam tradisi Tepung Tawar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara daring menggunakan media video call, observasi tidak langsung yang didukung pengalaman observasi lapangan sebelumnya, serta dokumentasi foto dan video. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan audit trail. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tepung Tawar mengandung berbagai unsur etnosains yang tercermin pada pemanfaatan tumbuhan lokal, bahan-bahan alami, serta pengetahuan masyarakat mengenai fungsi dan makna setiap komponen tradisi. Unsur-unsur tersebut memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep biologi, seperti keanekaragaman hayati, struktur dan fungsi tumbuhan, metabolit sekunder, interaksi manusia dengan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Dengan demikian, tradisi Tepung Tawar berpotensi menjadi sumber belajar biologi yang kontekstual, berbasis kearifan lokal, dan mendukung implementasi pembelajaran etnosains.