Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Developing flash media of Quranic-based human reproduction system material Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Putri, Banita Eka
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.846 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v4i3.6822

Abstract

The problem of implementing Islamic values in the learning process is one of the concerns in Islamic-based schools, in particular, Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School in Pontianak. This study aimed to develop learning media based on the Quran verses in the human reproductive system using Macromedia flash software. This research and development used three phases of the 4D model developed by Thiagarajan, namely define, design, and development. The development results were validated by expert appraisal consisted of instructional review (appropriateness, effectiveness, feasibility) and technical review (media and language). Instruments used in this study were interview guide sheet (define phase), validation sheets, student response questionnaires, and post-test for product trial (development phase). Product trials were carried out by testing large groups consisted of 64 students majoring in social science at Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School. The expert appraisal results showed that media reached “very valid” criteria with the validation scores 83.33 (instructional review), 80.42 (media),  and 85.00 (language). Therefore, the flash media of Quranic-based human reproductive system material is potential to be used as media in teaching Islamic values integrated within the learning process.
ARGUMENTASI ILMIAH DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI METODE DEBAT Suraya, Suraya; Setiadi, Anandita Eka; Muldayanti, Nuri Dewi
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.158 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.10479

Abstract

SCIENTIFIC ARGUMENTATION AND CRITICAL THINKING SKILLS TROUGH DEBATE METHODS AbstractLack of self-confidence and weak student reasoning in biology learning are related to scientific argumentation skills and critical thinking skills. This study aims to examine scientific argumentation and critical thinking skills of class X students in MAN 1 Natuna through debate methods on biodiversity material. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection using observation, interviews, and documentation. Assessment of scientific argumentation and critical thinking was done oral and written. Scientific argumentation skills refer to Toulmin's Argument Pattern (TAP) and critical thinking skills are categorized in Strong, Acceptable, Unacceptable, & Weak. The results showed that student' scientific argumentation skills were at levels 2, 3, and 4. None of the students were at levels 1 and 5. Students' critical thinking skills were in the Unacceptable (62.06%) and Acceptable (37.94% ) category. Scientific arguments and critical thinking of class X students at MAN 1 Natuna are low. AbstrakKurangnya kepercayaan diri serta lemahnya penalaran siswa pada pembelajaran biologi berkaitan dengan keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X di MAN 1 Natuna melalui metode debat pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penilaian keterampilan argumentasi ilmiah dan berpikir kritis  dilakukan secara lisan & tulisan. Keterampilan argumentasi ilmiah siswa mengacu pada Toulmin’s Argument Pattern (TAP), sedangkan keterampilan berpikir kritis dikategorikan dalam Strong, Acceptable, Unacceptable, & Weak. Hasil penelitian menunjukkan, keterampilan argumentasi ilmiah siswa berada pada level 2, 3, dan 4. Tidak ada satupun siswa yang berada pada level 1 dan 5. Keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori Unacceptable (62.06%) dan Acceptable (37.94%). Argumentasi ilmiah dan berpikir kritis siswa kelas X di MAN 1 Natuna tergolong masih rendah. 
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA SUBMATERI INVERTEBRATA MENGGUNAKAN TWO TIER TEST DI KELAS X MIPA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PONTIANAK . Nurmala; Nuri Dewi Muldayanti; Ari Sunandar
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2018): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.328 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v7i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan, 1) menganalisis miskonsepsi siswa pada submateri invertebrata menggunakan Two Tier Test, 2) mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami siswa pada submateri invertebrata, 3) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi pada submateri invertebrata. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling pada kelas X MIPA. Miskonsepsi dianalisis dengan menggunakan teknik Two Tier Test. Wawancara dilakukan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor-faktor penyebab miskonsepsi pada submateri invertebrata. Hasil analisis data dengan Two Tier Test menunjukkan dari 39 orang siswa, terdapat 30,95 % yang termasuk ke dalam kategori tahu konsep, 40,35% mengalami miskonsepsi, 14,86% menebak dan 12,42% tidak tahu konsep. Hasil analisis data dengan Two Tier Test menunjukkan dari 39 orang siswa, terdapat 30,95 % yang termasuk ke dalam kategori tahu konsep, 40,35% mengalami miskonsepsi, 14,86% menebak dan 12,42% tidak tahu konsep. Hasil wawancara menunjukkan faktor penyebab miskonsepsi pada siswa adalah karakteristik materi invertebrata seperti cakupan materi yang luas dan rumit dan banyak menggunakan istilah-istilah asing, pengetahuan yang berasal dari siswa itu sendiri, kemampuan dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru, dan pemakaian buku teks yang kurang maksimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI KINGDOM ANIMALIA DI MAN 2 PONTIANAK Mendala Mendala; Nuri Dewi Muldayanti; Heriansyah Heriansyah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.776 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v8i1.1780

Abstract

Materi kingdom animalia memiliki cakupan yang sangat luas dan bersifat abstrak. Sehingga, dalam penyampaiannya memerlukan suatu model pembelajaran dan media yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media flash terhadap hasil belajar siswa materi kingdom animalia pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XC sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran dan observasi langsung. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil uji U Mann-Whitney menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flash dengan siswa yang diajar menggunakan metode ceramah berbantuan media flash. Sedangkan berdasarkan perhitungan Effect Size, model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media flash terhadap hasil belajar siswa materi kingdom animalia memberikan kontribusi terhadap persentasi peningkatan hasil belajar sebesar 51,6 %. Hal ini menunjukan model pembelajaraan kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media flash berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 2 Pontianak pada materi kingdom animalia dengan nilai Effect Size 0,9  (tergolong tinggi).
ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR SISWA BERDASARKAN WAKTU PEMBELAJARAN PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI SEL DI KELAS XI IPA MAS AL-MUSTAQIM SUNGAI RAYA Sari Asparina; Mahwar Qurbaniah; Nuri Dewi Muldayanti
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v8i2.1782

Abstract

Aktivitas belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi oleh waktu pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis terhadap masalah tersebut agar tujuan dari pembelajaran bisa terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas belajar siswa di jam pagi dan jam siang pada materi struktur dan fungsi sel di kelas XI IPA MAS Al-Mustaqim Sungai Raya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAS AL-Mustaqim Sungai Raya tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 28  orang. Teknik penumpulan data yang digunakan berupa teknik analisis data yang menggunakan lembar observasi dan wawancara kepada guru biologi dan siswa kelas XI IPA MAS Al-Mustaqim Sungai Raya.  Hasil penelitian Aktivitas belajar siswa di kelas XI IPA MAS Al-Mustaqim Sungai Raya pada materi struktur dan fungsi sel pada jam pagi memperoleh persentase sebesar 75% dan termasuk dalam kategori aktif, sedangkan pada jam siang pembelajaran diperoleh persentase sebesar 43 % dan termasuk ke dalam kategori kurang aktif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa di jam pagi lebih aktif dibandingkan aktivitas belajar di jam siang.
Developing flash media of Quranic-based human reproduction system material Arif Didik Kurniawan; Nuri Dewi Muldayanti; Banita Eka Putri
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 4 No. 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v4i3.6822

Abstract

The problem of implementing Islamic values in the learning process is one of the concerns in Islamic-based schools, in particular, Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School in Pontianak. This study aimed to develop learning media based on the Quran verses in the human reproductive system using Macromedia flash software. This research and development used three phases of the 4D model developed by Thiagarajan, namely define, design, and development. The development results were validated by expert appraisal consisted of instructional review (appropriateness, effectiveness, feasibility) and technical review (media and language). Instruments used in this study were interview guide sheet (define phase), validation sheets, student response questionnaires, and post-test for product trial (development phase). Product trials were carried out by testing large groups consisted of 64 students majoring in social science at Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School. The expert appraisal results showed that media reached “very valid” criteria with the validation scores 83.33 (instructional review), 80.42 (media),  and 85.00 (language). Therefore, the flash media of Quranic-based human reproductive system material is potential to be used as media in teaching Islamic values integrated within the learning process.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUKAN MACRO MEDIA FLASH 8 PADA MATA PELAJARAN IPA BERBASIS LESSON STUDY DI SMP Arif Didik Kurniawan; Nuri Dewi Muldayanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.629 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Penelitian dilakukan dengan metode action research (tindakan kelas) dan pada setiap pertemuan dilaksanakan Lesson study yang terdiri dari tiga tahapan yaitu plan, do dan see. Hasil Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantukan Macro Media Flash 8 Pada Mata Pelajaran IPA Berbasis Lesson Study Di SMP dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa di SMP N 3 Sungai Raya Kabupaten Bengkayang pada siklus I yaitu 30% dan untuk siklus II sebesar 80%, untuk SMP N 9 Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya pada siklus I sebesar 29,03% dan pada siklus II sebesar 77%. Pada SMP Muhammadiyah 1 Kota Pontianak siklus I sebesar 18,05% dan pada siklus ke II sebesar 74,07%, dan SMP Kemala Bhayangkari 1 Kabupaten Kubu Raya pada siklus I sebesar 20% dan pada siklus ke II sebesar 85,71%. Peningkatan hasil belajar siswa juga terjadi karena adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran terjadi karena pada setiap pertemuan pembelajaran dilakukan lesson study. Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pelaksanaanya adalah di dalam kelas dengan tujuan memahami siswa secara lebih baik. Lesson Study dilaksanakan secara bersama-sama dengan guru lain. Kelompok guru mengembangkan pembelajaran secara bersama-sama, salah seorang guru ditugasi melaksanakan pembelajaran, guru lainnya mengamati belajar siswa. Kata Kunci : Inquiry terbimbing, Macro media flash, dan Lesson Study, Pelajaran IPA
Project and problem based learning on students' critical thinking skills at cell material Isti Citra Wulandari; Nuri Dewi Muldayanti; Anandita Eka Setiadi
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 2 (2020): November 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v5i2.580

Abstract

Based on observations when apprenticed at SMAN 7 Pontianak it was known that students' critical thinking skills are still low. Therefore, a variety of learning models are needed to improve students' critical thinking skills. The purpose of this research was to determine the differences and effective learning model in improving students' critical thinking skills between students taught using the project-based learning model and the problem based learning model. The research method used was a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. The data collection techniques used were measurement. The results showed a significant value of the T-test was 0.000<0.05. This means that there are differences in students' critical thinking skills taught using the project-based learning model and problem-based learning. The average value of N-Gain in the project-based learning model was 0.69 (moderate) while the problem-based learning model was 0.58 (moderate), so the project-based learning model is more effective than the problem based learning model on students' critical thinking skills.Keywords: Critical thinking skills, problem-based learning, project-based learning, cell material
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUKU DAYAK ASLI KAB. MELAWI MELALUI PROGRAM PEKAN (PENDIDIKAN, EKONOMI, KESEHATAN, PERIKANAN) UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT M2K (MAJU MANDIRI KUAT) BERBASIS ASSET LOKAL DESA Nuri Dewi Muldayanti; Hastiadi Hasan
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 15, No 2 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.652 KB) | DOI: 10.29406/br.v15i2.1150

Abstract

Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi merupakan salah satu kecamatan yang penduduknya mayoritas suku Dayak. Banyak potensi desa yang dimiliki tapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar. Permasalahan sumber daya manusia tenaga pengajar PAUD yang masih lulusan SMA menjadikan pembelajarn tidak maksimal. Potensi perkebunan yang belum dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Pelayanan kesehatan yang belum maksimal menjadikan permasalahan kesehatan menjadi belum teratasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian KKN-PPM ini adalah berupa kegiatan sosialisasi, pelatihan serta pendampingan kepada masayarakat melalui kegiatan pemberdayaan baik dari bidang ekonomi, pendidikan, perikanan, dan kesehatan. Hasil dari kegiatan KKN-PPM ini adalah untuk bidang ekonomi yaitu sosialisasi dan pelatihan manajemen koperasi, pengolahan produk, dan promosi roduk. Untuk bidang kesehatan yaitu pembentukan kader pos yandu dan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga. Bidang Perikanan kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan budidaya, pembuatan kolam terpal dan pelatihan pembuatan pakan ikan. Pada bidang pendidikan yaitu pembuatan media APE bagi sekolah PAUD. Berdasarkan dari hasil kegiatan semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan diawasi langsung oleh kepala desa Batu Buil dan desa Laman Bukit. Kesimpulan semua kegiatan dapat dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM dengan baik.
Pelatihan Pembuatan Proposal dan Coaching Clinic Penelitian Tindakan Kelas Guru IPA Biologi Se-Kabupaten Kubu Raya Nuri Dewi Muldayanti; Arif Didik Kurniawan
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 16, No 1 (2019): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.825 KB) | DOI: 10.29406/br.v16i1.1857

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam rangka untuk mengembangkan diri agar menjadi tenaga pengajar yang profesional. Namun pada kenyataannya guru-guru Biologi di SMA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Biologi (MGMP Biologi) se Kabupaten Kubu Raya masih terkendala dalam proses pembuatan Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Kubu Raya yang menjadi kendala dalam penulisan PTK adalah kurangnya motivasi dalam menulis Penelitian Indakan Kelas. Permasalahan lain yang dihadapi guru yaitu kurang memahami permasalahan seperti apa yang akan dijadikan tema dalam penelitian. Selain itu, kurangnya pendampingan terhadap para guru dalam pembuatan Penelitian Tindakan Kelas. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi  guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah training, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian yang diperoleh bahwa kegiatan diikuti oleh sebanyak 18 peserta yang berasal dari guru-guru IPA se Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan dapat berjalan lancar dengan proses presentasi dan diskusi yang sangat aktif dari peserta. Dalam proses pendampingan tidak berjalan dengan lancar karena yang membawa hasil PTK yang pernah guru buat hanya 2 guru saja. Hal ini mengakibatkan tidak semua guru melakukan coaching clinic.