Adde Currie Siregar
Department of Civil Engineering, Faculty of Technic, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimization of Railway Bridge Maintenance Needs Through Performance-Based Policy Evaluation Elisabet Merida Kristia; Dasa Aprisandi; Adde Currie Siregar
Jurnal Planologi Vol 23, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v23i1.47155

Abstract

Railway bridge maintenance in Indonesia faces severe budgetary constraints, resulting in inadequate upkeep of aging infrastructure and heightened safety risks. This study evaluates existing maintenance policies, estimates associated costs, and proposes optimization strategies by combining policy analysis, cost-benefit evaluation, and evaluative methods. Focusing on bridges in the Jakarta area, the research uses technical data on bridge age and structural conditions to project a 2025 maintenance cost of Rp7.09 billion. The cost-benefit analysis confirms financial feasibility, as the Net Present Value (NPV) remains positive across multiple discount rate scenarios. The study recommends risk-based regulatory revisions for old bridges and disaster-prone areas, the use of predictive technologies such as IoT, AI, and drones to reduce inspection costs, and innovative financing through public–private partnerships and endowment funds. Additional measures include climate-resilient design standards, prefabricated components, and academic collaboration for cost-effective innovation. Findings demonstrate that risk-based asset management, technological integration, and multi-stakeholder coordination are essential to achieving sustainable and financially viable maintenance. The proposed framework not only supports Indonesia’s railway resilience and safety but also offers a replicable model for other emerging economies facing similar fiscal and infrastructure challenges.Keywords: railway bridge maintenance, cost-benefit analysis. Pemeliharaan jembatan kereta api di Indonesia menghadapi keterbatasan anggaran yang parah, yang mengakibatkan perawatan infrastruktur yang menua tidak memadai dan meningkatkan risiko keselamatan. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan pemeliharaan yang ada, memperkirakan biaya terkait, dan mengusulkan strategi optimisasi dengan menggabungkan analisis kebijakan, evaluasi biaya-manfaat, dan metode evaluatif. Dengan fokus pada jembatan di wilayah Jakarta, penelitian ini menggunakan data teknis tentang usia jembatan dan kondisi struktural untuk memproyeksikan biaya pemeliharaan tahun 2025 sebesar Rp7,09 miliar. Analisis biaya-manfaat menegaskan kelayakan finansial, karena Nilai Bersih Sekarang (NPV) tetap positif di berbagai skenario tingkat diskonto. Studi ini merekomendasikan revisi regulasi berbasis risiko untuk jembatan tua dan daerah rawan bencana, penggunaan teknologi prediktif seperti IoT, AI, dan drone untuk mengurangi biaya inspeksi, serta pembiayaan inovatif melalui kemitraan publik–swasta dan dana abadi. Langkah-langkah tambahan meliputi standar desain yang tahan iklim, komponen prefabrikasi, dan kolaborasi akademik untuk inovasi yang hemat biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aset berbasis risiko, integrasi teknologi, dan koordinasi multi-pemangku kepentingan sangat penting untuk mencapai pemeliharaan yang berkelanjutan dan layak secara finansial. Kerangka kerja yang diusulkan tidak hanya mendukung ketahanan dan keselamatan perkeretaapian Indonesia tetapi juga menawarkan model yang dapat ditiru untuk ekonomi negara berkembang lainnya yang menghadapi tantangan fiskal dan infrastruktur serupa.Kata kunci: pemeliharaan jembatan kereta api, analisis biaya-manfaat.