Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Kategori Excusable Compensable Delays ( Studi Kasus Proyek Rumah Susun di DKI Jakarta ) Elisabet Merida Kristia
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 35 No 1 (2025): Sainstech : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v35i1.2328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi, khususnya dalam kategori excusable compensable delay, pada proyek pembangunan Rumah Susun di DKI Jakarta. Keterlambatan ini terjadi karena adanya perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan proyek, yang berdampak pada penambahan waktu pelaksanaan sebagai bentuk ganti rugi dari pemilik proyek (owner). Penelitian ini melibatkan empat pihak utama dalam proyek konstruksi, yaitu owner, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner kepada 59 responden dari lima proyek pembangunan Rumah Susun di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan bervariasi tergantung pada perspektif masing-masing pihak. Konsultan perencana mengidentifikasi kurangnya ketersediaan peralatan proyek sebagai faktor utama. Kontraktor pelaksana menyoroti karakteristik fisik bangunan sekitar lokasi proyek, sementara konsultan pengawas menekankan lingkungan proyek yang berada di kawasan zona merah. Di sisi lain, owner menganggap jumlah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan aktivitas pekerjaan sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami penyebab keterlambatan proyek dari perspektif multi-pihak, sehingga dapat menjadi acuan untuk perbaikan perencanaan dan manajemen proyek konstruksi di masa depan. Kata Kunci : proyek konstruksi, excusable compensable delays, analisis faktor keterlambatan.
Literature Review: Perawatan Jembatan Kereta Api Aprisandi, Dasa; Kristia, Elisabet Merida; Anggraini, Endah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan jembatan kereta api merupakan tantangan signifikan yang dihadapi oleh banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penelitian sebelumnya yang relevan dengan perawatan jembatan kereta api dan mengidentifikasi celah penelitian yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Proses SLR dimulai dengan perencanaan yang melibatkan perumusan kriteria pencarian, yang menghasilkan 500 artikel potensial. Tahap identifikasi, pencarian literatur awal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan menghasilkan 240 artikel. Selanjutnya, pada tahap penyaringan, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang lebih spesifik, menghasilkan 186 artikel pada fase pertama dan 23 artikel pada fase kedua, yang hanya mencakup publikasi jurnal. Tahap kelayakan melibatkan penilaian mendalam terhadap artikel yang tersisa, di mana hanya artikel dengan topik utama "Maintenance of Railway Bridges" yang dipilih, menghasilkan 5 artikel. Akhirnya, pada tahap inklusi, dilakukan pembacaan lengkap dan analisis kritis terhadap 5 artikel terpilih untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai celah penelitian yang ada dalam bidang perawatan jembatan kereta api. Hasil dari proses ini ditampilkan dalam diagram PRISMA, yang menunjukkan tahapan seleksi literatur dalam SLR. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi perawatan jembatan kereta api yang lebih efektif dan efisien.
Analisis Stakeholder : Perawatan Jembatan Kereta Api yang Optimal Patria, Amalia Naurah; Aprisandi, Dasa; Kristia, Elisabet Merida
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan kereta api adalah komponen krusial dalam infrastruktur transportasi yang mendukung distribusi barang dan mobilitas penumpang. Keberlanjutan dan keandalannya sangat bergantung pada sistem perawatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh berbagai pemangku kepentingan dalam pemeliharaan jembatan kereta api, guna merumuskan strategi perawatan yang optimal. Melalui analisis stakeholder, penelitian ini mengidentifikasi tujuh pihak utama, di mana PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaapian dikategorikan sebagai key player dengan pengaruh dominan. Hasil analisis menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi antara stakeholder utama dan marginal. Sebagai implementasi, forum kolaboratif antara PT KAI, Balai Teknik Perkeretaapian, dan perguruan tinggi diusulkan untuk mengadopsi riset terkini seperti pemantauan IoT dan penggunaan material inovatif. Model dari Kementerian PUPR dapat menjadi acuan kolaborasi, sementara transparansi dapat ditingkatkan melalui sistem "Open Project Dashboard" seperti yang diterapkan di proyek jalan tol. Rekomendasi lain mencakup pengembangan regulasi yang lebih komprehensif, platform digital kolaboratif, serta pemberian insentif bagi stakeholder dengan kinerja terbaik. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam perawatan jembatan kereta api. Kata kunci: perawatan, jembatan, kereta api, stakeholder.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Pelatihan Metode Kerja Konstruksi Efektif di Proyek Pembangunan Gedung Kusmaryono, Ismono; Kristia, Elisabet Merida; Aprisandi, Dasa; Komarudin, Muhamad; Prasetyo, Totok Andi; Dava, Pramudya
Portal ABDIMAS Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4wkz3v06

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk implementasi dari tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh tim PKM Program Studi Teknik Sipil ISTN. Pada kesempatan ini, kegiatan PKM mengusung tema "Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Pelatihan Metode Kerja Konstruksi Efektif untuk Peningkatan Kapasitas Pekerja Lokal di Proyek Pembangunan Gedung SMKN 74 Jakarta". Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pekerja lokal terhadap metode kerja konstruksi yang lebih efektif dan efisien, sekaligus membekali mereka dengan wawasan dasar tentang keselamatan kerja di proyek konstruksi. Modul pelatihan yang dirancang mencakup materi terkait pemahaman tahapan kerja konstruksi bangunan gedung, penggunaan alat dan bahan secara tepat, serta identifikasi dan pengendalian potensi bahaya di lingkungan kerja. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di lokasi Proyek Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 74 Jakarta yang beralamat di Jalan Moch Kahfi II, RT 11/RW 8, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan. Sasaran utama kegiatan adalah para pekerja bangunan yang terlibat langsung di proyek tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa Teknik Sipil ISTN melalui pendekatan partisipatif, yaitu pelatihan langsung di lapangan dengan metode ceramah interaktif, simulasi, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap metode kerja konstruksi yang benar serta kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi lokal.
Perencanaa Sistem Penyediaan Air Baku di Kecamatan Punduh Pidada dan Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran Kristia, Merida; Susilo, Gatot Eko; Romdania, Yuda
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v4i3.376

Abstract

The main needs of water for various purposes will continue to increase based on thenumber of people who continue to grow and the development of the rate of developmentsin various sectors. On the other hand, the number of infrastructure delivery of water iscurrently still relatively limited, that hasn’t meet the needs of water. The demandsunavoidable, but shall predictable and planned utilization as well as possible. A trendfrequent are the imbalance between supply and demand for water. To achieve a balancebetween the need for water and availability of water in the future , efforts are required tomeet builders infrastructure raw water community.Domestic water needs for Padang Cermin sub-district is 32,46 l / s and Punduh Pidadasub-district is 10 l / s for 2015. For the next 20 years, the demands for water will be71,18 l/s for Padang Pidada sub-district and 71,18 l/s for Padang Cermin sub-district.The availability of water must meet the size of the high demand for water in order tosatisfy their daily needs. Methods used to acknowledge the number of the availability ofwater is the method by F.J. Mock. The calculation on that available minimum dischargein das way selorejo is 78 l / s and das way curup is 97 l / s.From the calculation on above, the availability and needs water at das way curup anddas way selorejo had a surplus of the availability of water because environmentalconditions in kecamatan punduh pidada and kecamatan padang cermin is in goodcondition.Keywords : Water needs, availability of water, Water Supply Building Materials
DISEMINASI METODE PENGAMBILAN DAN PENGUKURAN SAMPAH RUMAH TANGGA PERKOTAAN Dasa Aprisandi; Elisabet Merida Kristia
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 7 No. 1 (2026): Nopember - April
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v7i1.12481

Abstract

One of the problems of urban household waste management is caused by the limited availability of data generated and waste characteristics obtained through standardized methods of collection and measurement. This condition is a challenge for local governments in developing data-based waste management plans. This Community Service Activity (PKM) aims to disseminate methods of collecting and measuring urban household waste to technical apparatus and the community in order to increase technical understanding and participation in waste data collection. The implementation method is carried out through technical guidance involving Lubuklinggau City Environmental Service staff as surveyors and 250 community members as volunteers. Volunteers collected and sorted household waste at the source level for three consecutive days with the assistance of surveyors. The results of the activity showed that the dissemination of the method was able to support the improvement of technical understanding of the apparatus and community involvement in the collection and measurement of household waste in a structured manner. This activity contributes to strengthening collaboration between local governments and the community and can be an initial reference for the implementation of more systematic and sustainable household waste data collection in similar activities in the future.
Optimization of Railway Bridge Maintenance Needs Through Performance-Based Policy Evaluation Elisabet Merida Kristia; Dasa Aprisandi; Adde Currie Siregar
Jurnal Planologi Vol 23, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v23i1.47155

Abstract

Railway bridge maintenance in Indonesia faces severe budgetary constraints, resulting in inadequate upkeep of aging infrastructure and heightened safety risks. This study evaluates existing maintenance policies, estimates associated costs, and proposes optimization strategies by combining policy analysis, cost-benefit evaluation, and evaluative methods. Focusing on bridges in the Jakarta area, the research uses technical data on bridge age and structural conditions to project a 2025 maintenance cost of Rp7.09 billion. The cost-benefit analysis confirms financial feasibility, as the Net Present Value (NPV) remains positive across multiple discount rate scenarios. The study recommends risk-based regulatory revisions for old bridges and disaster-prone areas, the use of predictive technologies such as IoT, AI, and drones to reduce inspection costs, and innovative financing through public–private partnerships and endowment funds. Additional measures include climate-resilient design standards, prefabricated components, and academic collaboration for cost-effective innovation. Findings demonstrate that risk-based asset management, technological integration, and multi-stakeholder coordination are essential to achieving sustainable and financially viable maintenance. The proposed framework not only supports Indonesia’s railway resilience and safety but also offers a replicable model for other emerging economies facing similar fiscal and infrastructure challenges.Keywords: railway bridge maintenance, cost-benefit analysis. Pemeliharaan jembatan kereta api di Indonesia menghadapi keterbatasan anggaran yang parah, yang mengakibatkan perawatan infrastruktur yang menua tidak memadai dan meningkatkan risiko keselamatan. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan pemeliharaan yang ada, memperkirakan biaya terkait, dan mengusulkan strategi optimisasi dengan menggabungkan analisis kebijakan, evaluasi biaya-manfaat, dan metode evaluatif. Dengan fokus pada jembatan di wilayah Jakarta, penelitian ini menggunakan data teknis tentang usia jembatan dan kondisi struktural untuk memproyeksikan biaya pemeliharaan tahun 2025 sebesar Rp7,09 miliar. Analisis biaya-manfaat menegaskan kelayakan finansial, karena Nilai Bersih Sekarang (NPV) tetap positif di berbagai skenario tingkat diskonto. Studi ini merekomendasikan revisi regulasi berbasis risiko untuk jembatan tua dan daerah rawan bencana, penggunaan teknologi prediktif seperti IoT, AI, dan drone untuk mengurangi biaya inspeksi, serta pembiayaan inovatif melalui kemitraan publik–swasta dan dana abadi. Langkah-langkah tambahan meliputi standar desain yang tahan iklim, komponen prefabrikasi, dan kolaborasi akademik untuk inovasi yang hemat biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aset berbasis risiko, integrasi teknologi, dan koordinasi multi-pemangku kepentingan sangat penting untuk mencapai pemeliharaan yang berkelanjutan dan layak secara finansial. Kerangka kerja yang diusulkan tidak hanya mendukung ketahanan dan keselamatan perkeretaapian Indonesia tetapi juga menawarkan model yang dapat ditiru untuk ekonomi negara berkembang lainnya yang menghadapi tantangan fiskal dan infrastruktur serupa.Kata kunci: pemeliharaan jembatan kereta api, analisis biaya-manfaat.