Sitti Nikmah Marzuki
Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Pengembangan Parawisata Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Pantai Tanjung Pero dalam Persepktif Ekonomi Islam Anisa Anisa; Abdullahanaa Abdullahanaa; Sitti Nikmah Marzuki
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.9188

Abstract

Penelitian ini membahas peran pengembangan parawisata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Pantai Tanjung Pero, Desa Ujunge, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, dalam persepktif ekonomi Islam. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak pengembangan parawisata terhadap kesejaheteraan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatitif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan parawisata di Pantai Tanjung Pero memberikan konstribusi positif tehadap peningkatan pendapatan masyarakat, terutama melalui usaha kecil di sektor perdagangan, penyewaan fasilitas, dan layanan wisata lainnya. Prinsip keadilan dan keberkahan dalam perspektif ekonomi Islam tercermin melalui pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Pengembangan parawisata juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonom yang berkelanjutan.kesimpulan dari penelitian ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur, fasilitas, dan promosi parawisata untuk memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat lokal. Upaya kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pengembangan parawisata. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan parawisata berbasis nilai-nilai islam dapat menjadi instrument strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Analisis Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Efisiensi Produksi Jasa Kreatif Freelancer Kabupaten Bone Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Titiek Muthmainnah; Muhsyi Alyah; Asni Gusmiarni; Sitti Nikmah Marzuki; Arifin Sahaka
Journal Tafkirul Iqtishodiyyah Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL TAFKIRUL IQTISHODIYYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jti.v6i1.211

Abstract

This study aims to analyze the utilization of AI in the production activities of creative service freelancers in Bone Regency, examine the efficiency gained through its implementation, and explore its use from the perspective of Islamic economics. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving four freelancers working in website and application development, graphic design, photography, and videography. The findings reveal that AI has been integrated into various stages of production, including idea generation, technical problem-solving, asset creation, and editing processes. The use of AI contributes to faster task completion, easier access to references, and more efficient production workflows without eliminating the role of humans as the primary decision-makers. Furthermore, freelancers adapt to technological advancements by emphasizing creativity, experience, and service quality to maintain their competitiveness. From the perspective of Islamic economics, the use of AI is considered permissible as long as it adheres to the principles of honesty (shidq), justice ('adl), and non-maleficence (la dharar). Therefore, the efficiency generated by AI remains aligned with ethical values and social responsibility in production activities.
Dampak Keberadaan Minimarket Modern terhadap Pendapatan Warung Kelontong di Kabupaten Bone dalam Perspektif Ekonomi Islam Asma; Nuraifa Umaya Santi; Muhammad Tedy Gunawan; Sitti Nikmah Marzuki
Journal Tafkirul Iqtishodiyyah Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL TAFKIRUL IQTISHODIYYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jti.v6i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keberadaan minimarket modern terhadap pendapatan warung kelontong di Kabupaten Bone serta mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga pemilik warung kelontong yang berada di sekitar minimarket modern di Kabupaten Bone. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan minimarket modern memberikan dampak terhadap pendapatan warung kelontong yang ditandai dengan berkurangnya jumlah pelanggan dan menurunnya omzet penjualan. Namun, besarnya dampak yang dirasakan oleh masing-masing informan berbeda-beda, bergantung pada lokasi usaha, karakteristik pelanggan, serta kemampuan pemilik warung dalam beradaptasi dengan perubahan persaingan. Untuk mempertahankan usahanya, para pedagang menerapkan berbagai strategi, seperti meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, melayani pembelian secara eceran, memberikan fasilitas pembelian secara utang kepada pelanggan tetap, memperpanjang jam operasional, serta menambah variasi barang sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam perspektif ekonomi Islam, keberadaan minimarket modern pada dasarnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah selama persaingan dilakukan secara adil, jujur, dan tidak merugikan pihak lain. Namun, penelitian ini menunjukkan perlunya peran pemerintah dalam menciptakan persaingan usaha yang lebih berkeadilan melalui kebijakan yang mendukung keberlangsungan usaha mikro agar tercipta kemaslahatan bagi seluruh pelaku ekonomi.