Muhsyi Alyah
Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Efisiensi Produksi Jasa Kreatif Freelancer Kabupaten Bone Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Titiek Muthmainnah; Muhsyi Alyah; Asni Gusmiarni; Sitti Nikmah Marzuki; Arifin Sahaka
Journal Tafkirul Iqtishodiyyah Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL TAFKIRUL IQTISHODIYYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jti.v6i1.211

Abstract

This study aims to analyze the utilization of AI in the production activities of creative service freelancers in Bone Regency, examine the efficiency gained through its implementation, and explore its use from the perspective of Islamic economics. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving four freelancers working in website and application development, graphic design, photography, and videography. The findings reveal that AI has been integrated into various stages of production, including idea generation, technical problem-solving, asset creation, and editing processes. The use of AI contributes to faster task completion, easier access to references, and more efficient production workflows without eliminating the role of humans as the primary decision-makers. Furthermore, freelancers adapt to technological advancements by emphasizing creativity, experience, and service quality to maintain their competitiveness. From the perspective of Islamic economics, the use of AI is considered permissible as long as it adheres to the principles of honesty (shidq), justice ('adl), and non-maleficence (la dharar). Therefore, the efficiency generated by AI remains aligned with ethical values and social responsibility in production activities.
Pemikiran Ekonomi Islam Abad VI H/12M dan Abad VII H/13M Muhsyi Alyah; Restiara Oktaviana; Kamiruddin Kamiruddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada abad VI H hingga VII H melalui analisis terhadap kontribusi tiga tokoh utama, yaitu Nasiruddin al-Thusi, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Taimiyah. Kajian dilakukan dengan metode kualitatif berbasis literature review yang menelaah berbagai sumber ilmiah terkait pemikiran ekonomi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Thusi memberikan landasan etika ekonomi yang menekankan pentingnya keadilan, kerja sama sosial, dan pengelolaan sumber daya secara proporsional, termasuk pandangannya mengenai harta, konsumsi, pertanian, dan regulasi fiskal. Ibnu Rusyd melengkapi pemikiran tersebut melalui analisis rasional terhadap aktivitas ekonomi, khususnya dalam pembahasan akad qiradl atau mudlarabah, fungsi uang, serta prinsip keadilan dalam transaksi, yang menegaskan keterkaitan antara norma syariah dan logika ekonomi. Sementara itu, Ibnu Taimiyah menawarkan konsep yang lebih sistematis terkait mekanisme pasar, penentuan harga, upah, serta stabilitas moneter, sekaligus menegaskan peran negara dalam menjaga keseimbangan dan mencegah praktik ekonomi yang merugikan masyarakat. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa ketiga tokoh tersebut tidak hanya menghadirkan gagasan normatif, tetapi juga menawarkan kerangka teoritis yang relevan bagi pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai fondasi historis ekonomi Islam serta relevansinya dalam menjawab persoalan ekonomi modern.
Pemikiran Ekonomi Islam Abad VI H/12M dan Abad VII H/13M Muhsyi Alyah; Restiara Oktaviana; Kamiruddin Kamiruddin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.20780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada abad VI hingga VIII H melalui analisis terhadap kontribusi tiga tokoh, yaitu Nasiruddin al-Thusi, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Taimiyah. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai pemikiran ekonomi Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Thusi memberikan landasan etis bagi aktivitas ekonomi dengan menekankan keadilan, kerja sama sosial, dan pengelolaan sumber daya secara proporsional, termasuk dalam pembahasannya mengenai harta, konsumsi, pertanian, dan kebijakan fiskal. Ibnu Rusyd mengembangkan pendekatan rasional terhadap aktivitas ekonomi melalui pembahasan akad qirad atau mudarabah, fungsi uang, dan prinsip keadilan dalam transaksi yang memperlihatkan keterkaitan antara norma syariah dan rasionalitas ekonomi. Sementara itu, Ibnu Taimiyah menawarkan pemikiran yang lebih sistematis mengenai mekanisme pasar, pembentukan harga, upah, dan stabilitas moneter, sekaligus menegaskan peran negara dalam menjaga keadilan pasar dan mencegah praktik ekonomi yang merugikan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran ketiga tokoh tersebut membentuk perkembangan gagasan ekonomi Islam dari landasan etis, rasionalitas transaksi, hingga pengaturan pasar dan peran negara. Pemikiran tersebut tidak hanya memiliki arti historis, tetapi juga menyediakan kerangka konseptual yang tetap relevan bagi pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai fondasi historis pemikiran ekonomi Islam serta kontribusinya terhadap pembahasan persoalan ekonomi modern.
Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Insturmen Kebijakan Fiskal Sosial: Kajian Literatur dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhsyi Alyah; Susi Susi; Haslindah S; Otong Karyono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.20784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal sosial yang memerlukan evaluasi terhadap efektivitas implementasinya, baik dari aspek kebijakan ekonomi maupun perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas MBG sebagai instrumen kebijakan fiskal sosial serta mengkaji implementasinya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menghimpun, menelaah, dan menyintesiskan berbagai artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, serta publikasi relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas MBG ditentukan oleh ketercapaian tujuan kebijakan, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas tata kelola implementasi, dan keberlanjutan fiskal. Dalam perspektif ekonomi syariah, MBG memiliki orientasi yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah, terutama dalam mendukung perlindungan jiwa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, implementasinya masih memerlukan penguatan agar mampu mewujudkan maṣlaḥah, menjamin keadilan distributif (‘adl), serta menjunjung prinsip amanah dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik. Temuan penelitian menegaskan bahwa evaluasi kebijakan fiskal sosial perlu mengintegrasikan ukuran efektivitas kebijakan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah agar pelaksanaannya tidak hanya tepat sasaran dan berkelanjutan secara fiskal, tetapi juga adil serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.