Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Pertumbuhan Ekonomi 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara Gaby Dainty Julliet Roring; Rachel Nasrania Koho; Robertlee Philpone Emes
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.9288

Abstract

Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Dengan menggunakan regresi data panel dan melalui beberapa uji, Fixed Effect Model (FEM) terpilih karena kemampuannya untuk mengendalikan faktor-faktor khusus distrik yang tidak teramati. Studi ini mengidentifikasi bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maka akan meningkat pula Pertumbuhan Ekonomi. Sebaliknya, Kemiskinan mempunyai pengaruh signifikan dengan hubungan yang negatif terhadap Pertumbuhan Ekonomi, yang menunjukkan bahwa peningkatan dalam angka Kemiskinan akan menurunkan Pertumbuhan Ekonomi, dan sebaliknya. Pengangguran, Belanja Pemerintah dan Upah Minimum tidak signifikan mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas manusia dan pengentasan kemiskinan sebagai pilar utama dalam strategi pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah daerah disarankan untuk memfokuskan kebijakan pembangunan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Public Perceptions of E-Money and Cash Use in Buying and Selling Transactions in Community Economic Activities at the 23 Maret Market, Kotamobagu City Rachel Nasrania Koho; Rahel widiawati Kimbal; Gaby Dainty Julliet Roring
Journal of Management, Economic, and Accounting Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmea.v5i3.1770

Abstract

The purpose of this study is to analyze the public's perception of the use of e-money and cash in buying and selling transactions at the 23 March Market in Kotamobagu. This research uses a qualitative approach, with data collected thru interviews with key informants. The research results show a significant contradiction in perception between the two payment methods. In the use of e-money, the public perceives convenience in the form of physical practicality, but it is highly dependent on digital infrastructure. The main benefits lie in the accuracy of transaction values and automatic recording, while security is viewed as protection against physical crime. However, there are technical risks such as system crashes and human error that are the main concerns. In the use of cash, the community continues to maintain this method because it is considered to have ease without technical barriers, benefits in visual budget control, and provides full physical control that builds a sense of security. The risks of cash, such as pickpocketing or counterfeit money, are considered more rational and easier to anticipate compared to the abstract nature of cyber risks.