Bintang Satrio Wibowo
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Estimating the Impact of Cash Transfer on Spending Behaviour: Utilizing IFLS Bintang Satrio Wibowo; Ahmad Syahrul Fauzi; Deky Aji Suseno; Shanty Oktavilia
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.9365

Abstract

Government cash transfer programs aim to assist individuals or households in escaping poverty. However, concerns have arisen regarding the misuse of such assistance for tertiary expenditures, such as tobacco and alcohol. This study aims to evaluate the impact of government assistance on household consumption patterns in Indonesia. Utilizing data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS), we apply Ordinary Least Squares (OLS) and Instrumental Variable Regression approaches to analyze this impact. The results indicate that an increase in cash transfer amounts contributes to an overall increase in household expenditures, including tertiary consumption. A significant positive relationship between cash transfers and tertiary consumption expenditures suggests the potential for moral hazard issues among certain households in Indonesia
Dampak Ekspansi Pertanian terhadap Emisi Karbon Nasional: Studi Empiris Indonesia Putri Patria Kusuma; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Amelia Choya Tia Rosalia; Bintang Satrio Wibowo; Annisa Wulandari
JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan) Vol. 9 No. 2 (2026): JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan)
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdep.v9i2.934

Abstract

Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Aktivitas pertanian yang semakin intensif berpotensi meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap total emisi nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kegiatan produksi pertanian dan emisi karbon di Indonesia selama periode 1990–2022. Dengan menggunakan model ECM untuk melihat bagaiamana dampak dalam jangka panjang dan pendek. studi ini memanfaatkan variabel luas lahan pertanian, penggunaan pupuk, konsumsi bahan bakar, dan ternak sebagai faktor penjelas terhadap emisi CO₂. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam jangka pendek memiliki kointegrasi atau terdapat hubungan penyesuaian dalam jangka pendek ke jangka panjang, adapun variabel yang berpengaruh dalam jangka pendek adalah jumlah ternak yang digunakan dalam pertanian. Sedangkan dalam jangka panjang terdapat pengaruh dari dua variabel yakni perluasan lahan pertanian dan juga ternak (livestock) berpengaruh positif terhadap emisi karbon (CO2). Oleh karena itu, strategi mitigasi perlu diarahkan pada efisiensi energi, inovasi teknologi ramah lingkungan, dan praktik pertanian rendah karbon sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
THE EFFECT OF SOCIAL AND ECONOMIC VARIABLES ON BEHAVIORAL AND EMOTIONAL DISORDERS Bintang Satrio Wibowo
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i1.817

Abstract

This study investigates the impact of socioeconomic factors on individuals' behavioral and emotional health using data from the Indonesian National Socioeconomic Survey (SUSENAS). Employing a Multinomial Logistic Regression approach, the analysis reveals that marital status significantly influences mental well-being, with married individuals generally exhibiting a lower probability of experiencing behavioral and emotional problems compared to those who are unmarried or divorced. Economic indicators such as per capita expenditure and educational attainment are found to have a negative and significant association with the likelihood of such disorders, suggesting that higher socioeconomic status contributes to better psychological outcomes. Conversely, residing in urban areas is positively associated with increased risk, possibly due to environmental stressors such as pollution, social pressure, and population density. The study acknowledges limitations related to the exclusion of psychological and environmental factors that may also affect mental health outcomes. These findings underscore the importance of integrating socioeconomic dimensions into mental health policy frameworks and highlight the need for targeted, community-based preventive interventions, particularly for urban populations and individuals without spousal support.