Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERAKSI SOSIAL DAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN PURSE SEINE DI DESA LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Costansa Glory Lessil; Costantinus Sahanaya
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 9 No 2 (2025): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2025.9.2.211

Abstract

This study was conducted to describe the forms of social interaction that develop within fishing activities and to analyze the income levels earned by fishermen at the business, owner, and crew levels. A descriptive method was employed, using a qualitative approach to examine social interaction patterns and a quantitative approach to calculate income based on cost structure, profit-sharing mechanisms, and production fluctuations between the fishing season and the less productive season. The research involved 5 Purse Seine unit owners out of a total of 10 units, as well as 25 crew members working on those five units. The results indicate that social interaction among Purse Seine fishermen in Latuhalat Village consists of three main forms: cooperation, competition, and conflict. Cooperation is reflected in the relationships between boat owners and crew members, among the crew themselves, and between fishermen and fish collectors (jibu-jibu) as well as transport drivers. Cooperation among fishing groups also emerges through mutual assistance in providing equipment or operational needs. Competition arises both among individuals and between fishing units in their efforts to obtain larger catches, while conflict is typically triggered by misunderstandings or unequal distribution of income. Economically, fishermen’s business income shows significant variation between seasons. During the fishing season, the average business income reaches IDR 6,086,651 per trip, with owners and crew members each receiving IDR 2,434,661, and rumpon income amounting to IDR 1,217,330. In contrast, during the less productive season, average business income decreases to IDR 1,392,251 per trip. These findings highlight that social interactions and seasonal fluctuations strongly influence the economic stability of purse seine fishermen’s households in Latuhalat Village.
DUKUNGAN SOSIAL KAMPUS DAN INTENSI PUTUS KULIAH: STUDI SOSIO-PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DALAM INTERVENSI KRISIS Costantinus Sahanaya; Costansa Glory Lessil
JURNAL BADATI Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun pertama perkuliahan merupakan periode paling rentan bagi terbentuknya niat meninggalkan studi, namun perhatian institusional di Indonesia masih lebih banyak diarahkan pada penanganan administratif setelah mahasiswa dinyatakan putus kuliah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan sosial kampus dengan intensi putus kuliah pada mahasiswa tahun pertama, serta merumuskan implikasinya bagi penyelenggaraan intervensi krisis di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatoris. Tahap kuantitatif melibatkan 214 mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Maluku yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling, dengan instrumen adaptasi Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Skala Dukungan Sosial Kampus, Skala Rasa Memiliki Institusional, dan Skala Intensi Putus Kuliah. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial kampus berhubungan negatif secara signifikan dengan intensi putus kuliah, dan pengaruhnya sebagian dimediasi oleh rasa memiliki institusional. Dukungan yang bersumber dari dosen pembimbing akademik dan teman sebaya terbukti lebih kuat memprediksi rendahnya intensi putus kuliah dibandingkan dukungan keluarga. Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa krisis mahasiswa tahun pertama umumnya bersifat majemuk, muncul mendadak, dan ditangani secara improvisatif karena kampus belum memiliki kanal krisis yang terstruktur. Penelitian ini menawarkan model intervensi krisis kampus berlapis yang mengintegrasikan deteksi dini, respons cepat, pendampingan, dan rujukan, serta memanfaatkan modal sosial kolektif masyarakat Maluku sebagai basis dukungan sebaya yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA MENANGKAL HOAKS MELALUI KONTEN DIGITAL PADA NEGERI HATALAI Costantinus Sahanaya; Marthin J Maspaitela; Charles J Tiwery; Demsy Wattimena; Christa T Salamena
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v7i2.2102

Abstract

Tujuannya untuk meningkatkan literasi digital generasi muda dalam mengenali dan menangkal hoaks, serta membekali forum anak negeri hatalai dengan keterampilan memproduksi konten komunikasi digital yang edukatif. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. IKU 5 hasil kerja dosen dimanfaatkan oleh masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan literasi digital, serta sejalan dengan Asta Cita melalui Penguatan pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Metode pelaksanaan kegiatan PkM menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan anggota Forum Anak Negeri Hatalai sebagai subjek utama kegiatan, bukan hanya sebagai peserta pelatihan. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengenali hoaks, melakukan verifikasi informasi, menyusun pesan komunikasi, memproduksi konten digital, serta menyebarluaskan konten edukatif melalui media sosial.  Hasil Hasil evaluasi ini memperlihatkan bahwa kegiatan sosialisasi literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas mitra. Perubahan tingkat pemahaman dari 23% menjadi 81% menjadi indikator bahwa terjadi proses pembelajaran selama kegiatan berlangsung. Mitra yang sebelumnya memiliki pemahaman terbatas memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi digital secara lebih optimal. Setelah pelatihan dilaksanakan, tingkat pemahaman mitra meningkat menjadi 87%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa materi dan praktik yang diberikan selama pelatihan dapat diterima dengan baik oleh mitra forum anak negeri hatalai. Mitra menjadi lebih memahami bagaimana menghasilkan konten digital yang kreatif, informatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik media digital serta kebutuhan sasaran. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan sebesar 52 poin persentase, dari 35% sebelum pelatihan menjadi 87% setelah pelatihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan produksi konten digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra.