Nur Atiqah
Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dharar dalam Ekonomi: Kerusakan Jalan Desa Mekar Sari Kec. Sungai Raya dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Ekspeditor Sawit Yaskur Yaskur; M. Zulkarnain; Sumin Sumin; Luqman Hakim; Nur Atiqah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.15014

Abstract

Aktivitas industri kelapa sawit kerap menimbulkan ketegangan antara keuntungan ekonomi dan keberlanjutan sosial-lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manifestasi dharar (kemudaratan) serta dinamika tanggung jawab sosial perusahaan dalam konteks kerusakan infrastruktur jalan desa di Desa Mekar Sari, Kubu Raya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang mewakili masyarakat terdampak, pemerintah desa, dan pelaku usaha, serta didukung oleh observasi lapangan dan analisis dokumen. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kemudaratan dan respons institusional yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengangkutan kelapa sawit menghasilkan dharar multidimensi yang bertentangan dengan prinsip Maqasid al-Shariah. Dampak tersebut mencakup dimensi ekonomi berupa peningkatan beban biaya masyarakat, dimensi sosial berupa terganggunya aksesibilitas dan keselamatan, serta dimensi lingkungan berupa polusi debu yang cenderung dinormalisasi. Sementara itu, tanggung jawab sosial perusahaan masih bersifat sukarela dan reaktif, terbatas pada bantuan sporadis, sehingga belum memenuhi prinsip izalah al-dharar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka tanggung jawab sosial yang ada belum memadai dalam mengatasi eksternalitas negatif industri. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi model tanggung jawab sosial berbasis akad operasional yang mengikat serta kemitraan tripartit berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendekatan ini penting untuk mewujudkan keadilan ekologis, menginternalisasi dampak negatif, dan memastikan harmoni antara aktivitas ekonomi dan kemaslahatan publik.