Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis efisiensi pencarian greatest common divisor dengan metode euclidean algorithms, middle school procedure dan CIC Fenisa Lourence Br Tobing; Alex Chandra; Fenina Adline Twince Tobing; Rena Nainggolan; Unknown Prayogo
Jurnal Sains dan Teknologi Widyaloka (JSTekWid) Vol. 1 No. 1 (2022): Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ada saat mencari GCD sangatlah beragam, untuk itu perlu diteliti metode mana yang efisiensinya paling tinggi untuk setiap masalah yang ada saat mencarinya. Efisiensi yang kita cari dilihat dari faktor pemakaian memori dan waktu dalam menjalankan algoritma tersebut. Dalam penelitian ini, digunakam tiga metode tersebut dalam mencari Greatest Common Divisor (GCD) yaitu Euclidean Algorithms, Consecutive Integer Checking (CIC) dan Middle School Procedure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Consecutive Integer Checking menggunakan waktu yang paling sedikit dibandingkan dua metode lainnya, tetapi metode ini menggunakan memori yang sangat banyak daripada metode lain sehingga metode ini tidak dapat dikatakan sebagai metode yang paling efisien. Metode Euclidean Algorithms adalah metode yang paling efektif karena tidak memerlukan waktu yang banyak dan memori yang digunakan juga sedikit.
Analisis Perbandingan Fibonacci dengan Iterasi dan Rekursi Terhadap Efektifitas Waktu Fenina Adline Twince Tobing; Unknown Prayogo; Alex Chandra
Jurnal Sains dan Teknologi Widyaloka (JSTekWid) Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kesalahan dalam pemilihan metode dapat mengakibatkan tidak cepatnya suatu proses untuk menyelesaikan suatu masalah. Penyelesaian suatu masalah dalam fibonacci dapat diselesaikan dengan 2 metode, yaitu: dengan menggunakan iterasi maupun rekursif. Analisis perbandingan kecepatan antara iterasi dan rekursif akan dilakukan pada penelitian ini dengan menguji kedua metode tersebut dari nilai yang kecil ke nilai yang besar. Hasil yang diperoleh adalah penggunaan rekursif lebih baik untuk dilakukan pada penghitungan fibonacci yang berukuran kecil. Sedangkan penggunaan iterasi cenderung stabil, tidak banyak perbedaan pada penghitungan fibonacci yang bernilai kecil maupun besar.
Analisis Perbandingan Algoritma DFS, BFS dan Dijkstra untuk Menentukan Rute Terpendek pada Peta Geografis Fenisa Lourence Tobing; Fenina Adline Twince Tobing; Unknown Prayogo
Jurnal Widya Vol. 3 No. 1 (2022): Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.522 KB)

Abstract

Ada berbagai algoritma yang akan diterapkan yang dapat memudahkan setiap aktivitas manusia. Dalam pencarian jalur terpendek, terdapat tiga algoritma yang cukup dikenal sebagai pencari jalur terpendek yaitu DFS, BFS dan Dijkstra. Ketiga metode tersebut dibandingkan untuk mengetahui algoritma mana yang paling efisien dan sesuai dalam penelitian ini. Penelitian ini memberikan informasi mengenai algoritma mana yang cocok untuk diterapkan dalam pencarian rute terpendek berdasarkan peta geografis. Hasil dari perbandingan ini adalah perhitungan berupa jarak tempuh antar node yang didekati sesuai dengan karakteristik masing-masing algoritma dan urutan alogoritma dalam pencarian jarak terpendek berdasarkan peta geografis adalah Algoritma Dijkstra, Algoritma DFS dan Algoritma BFS.