Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Alih Fungsi Lahan Tingkat Potensi Kawasan Resapan Air pada Kawasan Resapan Air Kecamatan Balikpapan Timur Srirahadita Pamungkas; Akhmel Wildania Al Gani; Khairunnisa Adhar
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.253

Abstract

Kota Balikpapan mengalami pertumbuhan penduduk yang konsisten, dengan penambahan sebanyak 19.000 jiwa pada tahun 2023 dan 4.600 jiwa tambahan pada periode Januari hingga Maret 2024. Peningkatan jumlah penduduk ini berdampak signifikan terhadap kebutuhan ruang, khususnya di Kecamatan Balikpapan Timur yang memiliki luas wilayah 137,16 km² dengan jumlah penduduk sebesar 102.959 jiwa dan kepadatan penduduk 868,04 jiwa/km². Berdasarkan Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 22 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), telah ditetapkan zona resapan air seluas 630,34 hektar yang tersebar di Kelurahan Manggar, Manggar Baru, dan Lamaru. Namun demikian, dokumen RPJMD Kota Balikpapan 2021–2026 menunjukkan masih terjadinya ketidaksesuaian fungsi lahan akibat praktik masyarakat yang tidak sesuai dengan peruntukan ruang. Dokumen RPPLH Kota Balikpapan tahun 2023 melalui analisis DPSIR (Driving Force-Pressure-State-Impact-Response) mengindikasikan penurunan daya dukung lingkungan yang disebabkan oleh pembukaan lahan tidak terencana, berkurangnya ruang terbuka, dan menyusutnya kawasan resapan air serta kawasan hutan. Analisis potensi kawasan resapan air menunjukkan perubahan signifikan: pada tahun 2014, 74% kawasan tergolong kurang sesuai; pada 2019, 58% tergolong cukup sesuai; dan pada 2024 meningkat menjadi 86% cukup sesuai. Perubahan alih fungsi lahan dominan terjadi pada periode 2014–2019 dari ladang/kebun menjadi hutan (136,99 ha) dan pada 2019–2024 dari hutan menjadi semak belukar, keduanya berada pada zona potensi tinggi.