Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prioritas Pengembangan Infrastruktur Wisata di Pantai Corong, Kabupaten Penajam Paser Utara Berdasarkan Persepsi Pengunjung Putri Fatimatuzzahroh Ilhami; Khairunnisa Adhar; Elin Diyah Syafitri; Srirahadita Pamungkas; Maryo Inri Pratama; Sarah Membala
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 4 No 2 (2025): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v4i2.8481441

Abstract

Pantai Corong has potential for further development; however, it still faces challenges related to inadequateinfrastructure. This study aims to identify tourism infrastructure development priorities based on visitorperceptions. The research employed a kuantitatif method approach with a rationalistic perspective, and data werecollected through questionnaires using the snowball sampling technique. The analysis was conducted using theLikert scale and Importance-Performance Analysis (IPA). The findings show that toilets and waste managementsystems are the most urgent facilities to be developed, as they are highly important but currently underperforming.Meanwhile, facilities such as food stalls, parking areas, and clean water networks are considered important andperform well, thus should be maintained. Other facilities, including accommodations and public transportation, areperceived as less important and are not the main focus for development at this time.
Pengaruh Perubahan Alih Fungsi Lahan Tingkat Potensi Kawasan Resapan Air pada Kawasan Resapan Air Kecamatan Balikpapan Timur Srirahadita Pamungkas; Akhmel Wildania Al Gani; Khairunnisa Adhar
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.253

Abstract

Kota Balikpapan mengalami pertumbuhan penduduk yang konsisten, dengan penambahan sebanyak 19.000 jiwa pada tahun 2023 dan 4.600 jiwa tambahan pada periode Januari hingga Maret 2024. Peningkatan jumlah penduduk ini berdampak signifikan terhadap kebutuhan ruang, khususnya di Kecamatan Balikpapan Timur yang memiliki luas wilayah 137,16 km² dengan jumlah penduduk sebesar 102.959 jiwa dan kepadatan penduduk 868,04 jiwa/km². Berdasarkan Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 22 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), telah ditetapkan zona resapan air seluas 630,34 hektar yang tersebar di Kelurahan Manggar, Manggar Baru, dan Lamaru. Namun demikian, dokumen RPJMD Kota Balikpapan 2021–2026 menunjukkan masih terjadinya ketidaksesuaian fungsi lahan akibat praktik masyarakat yang tidak sesuai dengan peruntukan ruang. Dokumen RPPLH Kota Balikpapan tahun 2023 melalui analisis DPSIR (Driving Force-Pressure-State-Impact-Response) mengindikasikan penurunan daya dukung lingkungan yang disebabkan oleh pembukaan lahan tidak terencana, berkurangnya ruang terbuka, dan menyusutnya kawasan resapan air serta kawasan hutan. Analisis potensi kawasan resapan air menunjukkan perubahan signifikan: pada tahun 2014, 74% kawasan tergolong kurang sesuai; pada 2019, 58% tergolong cukup sesuai; dan pada 2024 meningkat menjadi 86% cukup sesuai. Perubahan alih fungsi lahan dominan terjadi pada periode 2014–2019 dari ladang/kebun menjadi hutan (136,99 ha) dan pada 2019–2024 dari hutan menjadi semak belukar, keduanya berada pada zona potensi tinggi.
Analisis IFAS EFAS Infrastruktur Wisata Pantai Corong Berdasarkan Kriteria Pengembangan Pariwisata 6A Khairunnisa Adhar; Srirahadita Pamungkas; Elin Diyah Syafitri; Putri Fatimatuzzahroh Ilhami
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.259

Abstract

Pantai Corong merupakah salah satu wisata bahari di Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan infrastruktur wisata Pantai Corong di Kabupaten Penajam Paser Utara melalui analisis IFAS dan EFAS berdasarkan pendekatan 6A (Attraction, Accessibility, Amenities, Accommodation, Ancillary, dan Activities). Metode yang digunakan adalah mix methods yaitu menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Faktor internal dan eksternal dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan kawasan. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor 0,15 dan EFAS sebesar 0,46, yang menunjukkan bahwa Pantai Corong memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar dibanding kelemahan dan ancaman. Kawasan ini berada pada kuadran I dalam matriks SWOT, menandakan posisi strategis untuk pertumbuhan. Daya tarik alam, festival layang-layang, dukungan Pokdarwis, dan aktivitas wisata menjadi kekuatan utama, sementara peluang berasal dari dukungan pemerintah dan potensi kolaborasi dengan UMKM. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan agresif dengan mengoptimalkan potensi internal, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan wisata yang berkelanjutan.