Perkembangan revolusi industri 4.0 telah mendorong percepatan transformasi digital pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, di banyak wilayah rural, pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan strategi pemasaran digital secara optimal. Kondisi ini juga dialami oleh Nurul Craft, sebuah usaha kriya lokal di Kerinci Regency, yang menunjukkan pertumbuhan penjualan tetapi masih bergantung pada pola pemasaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personal branding wirausaha dan social media Marketing terhadap brand awareness konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seratus responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding dan social media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness, dengan social media Marketing terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan sebagian besar variasi brand awareness konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan identitas personal wirausaha, yang didukung oleh strategi komunikasi digital berbasis media sosial, merupakan faktor strategis dalam membangun visibilitas merek dan meningkatkan daya saing UMKM kreatif di wilayah non-perkotaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur pemasaran digital dan kewirausahaan, sekaligus menawarkan kerangka praktis bagi transformasi digital UMKM berbasis komunitas lokal.