Farah Azhar Luthfiyyah
Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance, Organizational Support, Dan Job Burnout Pada Jobperformance Karyawan PT X Farah Azhar Luthfiyyah; Anak Agung Ketut Diatmika
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.16880

Abstract

Dalam industri pengolahan busa, Job Performance karyawan memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan daya saing perusahaan. Observasi awal di PT X menunjukkan adanya kendala dalam pemenuhan permintaan pasar akibat keterbatasan kemampuan teknis, ketelitian, dan kerja sama tim, sehingga penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi Job Performance menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work -Life Balance, Organizational Support, dan Job Burnout terhadap Job Performance pada karyawan PT X yang bergerak di industri pengolahan busa yang berada di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui Software SmartPLS 4. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 152 karyawan dan data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 125 responden yang dinyatakan layak untuk dianalisis. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Work- Life Balance memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Job Burnout dan positif signifikan terhadap Job Performance. Dengan kata lain, karyawan yang menjaga Work -Life Balance akan cenderung memiliki tingkat Job Burnout lebih rendah dan Job Performance yang lebih tinggi. Job Burnout terbukti menurunkan Job Performance karena mengurangi energi, fokus, disiplin, dan motivasi kerja. Di sisi lain, Organizational Support belum terbukti memperkuat efek Work -Life Balance terhadap Job Burnout, karena bersifat formal dan administratif masih kurang menyentuh psikologis karyawan.