Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISTRIBUSI STATUS GIZI BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN USIA PADA POPULASI LANSIA DI RSI SITI RAHMAH Zikra Humaira; Debie Anggraini; Prima Adelin
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi status gizi lansia berdasarkan jenis kelamin dan usia di RSI Siti Rahmah Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) menggunakan total sampling terhadap 38 pasien lansia yang memiliki data lengkap terkait usia, jenis kelamin, dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki status gizi normal (55,3%), diikuti oleh obesitas (23,7%), gemuk (18,4%), dan kurus (2,6%). Obesitas lebih banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 60–69 tahun, sementara status gizi normal dominan pada lansia usia ≥70 tahun. Namun, uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin (p = 0,690) maupun usia (p = 0,176). Simpulan penelitian ini adalah bahwa variasi status gizi lansia tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan jenis kelamin dan usia, sehingga diperlukan pendekatan komprehensif dalam intervensi gizi lansia. Kata Kunci: Lansia, Status Gizi, Jenis Kelamin, Usia, RSI Siti Rahmah
KARAKTERISTIK KARDIOMETABOLIK LANSIA DALAM SKRINING KOMUNITAS : PERAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP RISIKO DISLIPIDEMIA Debie Anggraini; Prima Adelin; Muhamad Ivan
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kardiometabolik lansia dalam skrining komunitas dengan fokus pada peran Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap risiko dislipidemia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang (cross-sectional) dengan total sampling pada 40 lansia berusia ≥60 tahun yang mengikuti skrining kesehatan komunitas di Padang Panjang tahun 2024. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran antropometri, profil lipid, dan tekanan darah, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dislipidemia sebesar 77,5% pada lansia, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok kelebihan berat badan (93,3%) dan obesitas (83,3%), meskipun perbedaan antar kategori IMT tidak signifikan secara statistik (p = 0,105). Nilai IMT berkorelasi positif signifikan dengan kadar trigliserida (r = 0,43; p = 0,005) dan LDL-C (r = 0,34; p = 0,034). Simpulan dari penelitian ini adalah kenaikan IMT berhubungan erat dengan peningkatan risiko dislipidemia, sehingga pengukuran IMT dapat digunakan sebagai alat skrining awal yang efektif untuk mengidentifikasi lansia berisiko tinggi dan memandu intervensi pencegahan sekunder di tingkat komunitas. Kata Kunci: Lansia, Indeks Massa Tubuh, Dislipidemia, Skrining Komunitas, Risiko Kardiometabolik