Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Existence Value of Post-Mining Conservation Area: A Contingent Valuation Study of Lati Petangis Grand Forest Park, East Kalimantan Eni Rohkayati; Rahmawaty; Endang Hernawan
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 1: April 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i1.457

Abstract

Quantifying the existence value of post-mining conservation areas is essential for justifying their legal protection and securing conservation finance, yet such assessments remain scarce in Indonesian tropical settings. This study estimates the existence value of Lati Petangis Grand Forest Park (Tahura Lati Petangis/TLP), a conservation area established from former coal mining land in Paser Regency, East Kalimantan. The Contingent Valuation Method (CVM) with a Willingness to Pay (WTP) approach was applied to 96 visitor respondents. Results show a weighted mean WTP of IDR 178,486 per individual with an 87.5% participation rate. The existence value was estimated at IDR 21,284,188,625 for the visitor population and IDR 752,608,083 for surrounding local communities, yielding a combined total existence value of IDR 22,036,796,708 per year, equivalent to 2.29% of the total economic value under the moderate scenario. The high existence value reflects strong public support for preserving this post-mining landscape and provides empirical grounding for conservation policy and Payment for Ecosystem Services mechanisms at comparable restoration sites across Indonesia.  
Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik untuk Budidaya BSF sebagai Pakan Ikan Hasrianti Hasrianti; Rinda Noviyanti; Agnes Puspitassari Sudarmo; Feti Fatimatuzzahroh; Maman Rumanta; Eni Rohkayati
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi November 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i3.619

Abstract

Permasalahan sampah organik di pasar tradisional sering menimbulkan dampak lingkungan seperti bau tidak sedap, pencemaran, serta berkembangnya hama dan penyakit. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat Desa Waru dalam mengelola sampah organik melalui sosialisasi dan pelatihan pemilahan sampah sebagai bahan budidaya Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai jenis-jenis sampah organik yang lazim ditemukan di pasar, seperti sisa sayur, buah, kulit makanan, dan limbah basah, sekaligus menjelaskan dampak negatif bila tidak dikelola dengan benar. Tahap berikutnya adalah pelatihan teknis yang meliputi praktik pemilahan sampah organik, persiapan media untuk larva BSF, serta pemanfaatan hasil biokonversi menjadi pakan ikan berprotein tinggi dan pupuk organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan berdasarkan indikator evaluasi sebelum dan setelah kegiatan. Setelah kegiatan, pemahaman masyarakat terkait siklus hidup BSF meningkat dari 75% menjadi 90%, keterampilan masyarakat dalam memilah sampah meningkat sebesar 55%, penguasaan teknik budidaya dan panen maggot meningkat sebesar 80%, dan kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomi limbah meningkat mencapia 80%. Program ini berkontribusi pada pengurangan permasalahan sampah organik pasar, membuka wawasan baru mengenai nilai ekonomi dari pengolahan limbah, serta mendukung pembangunan Desa Waru yang lebih adaptif terhadap prinsip lingkungan berkelanjutan.