Kompleksitas psikologis yang ditemukan dalam karya sastra eksistensial menawarkan wawasan mendalam mengenai anomali perilaku manusia, sehingga penting untuk mengkaji narasi-narasi tersebut guna memahami psikis manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika batin tokoh Juan Pablo Castel dalam novel The Tunnel karya Ernesto Sabato dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, yang berfokus pada struktur kepribadian id, ego, dan superego. Analisis ini diarahkan untuk mengungkap bagaimana ketiga aspek psikologis tersebut membentuk perilaku tokoh, memengaruhi jalannya konflik, serta memberikan makna terhadap keseluruhan cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan alur analisis yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca dan mencatat kutipan-kutipan dalam novel yang menggambarkan dorongan instingtif, pertimbangan realistis, serta kontrol moral yang dialami oleh tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika batin Juan Pablo Castel terbentuk melalui interaksi yang tidak seimbang antara id, ego, dan superego. Id tampak mendominasi melalui dorongan spontan dan agresif yang mengendalikan tindakannya; ego terlihat dalam upayanya mempertimbangkan realitas sebelum bertindak; sedangkan superego muncul melalui rasa bersalah dan penyesalan setelah melakukan pelanggaran moral. Ketiga struktur kepribadian tersebut saling bertentangan sehingga menimbulkan konflik batin yang kompleks, yang pada akhirnya mendorong tokoh utama menuju tragedi. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada penerapan teori psikoanalisis Freudian dalam kritik sastra. Secara praktis, penelitian ini memberikan referensi yang bermanfaat bagi pembelajaran apresiasi sastra dan pendidikan karakter berbasis psikologi. Kesimpulannya, kejatuhan tragis Castel merupakan konsekuensi psikologis yang tak terelakkan dari dominasi id yang tidak terkendali atas batasan rasional dan moral.