Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mencegah perilaku tersebut melalui penanaman nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah bullying siswa di SMP Ar-Rahmah Jonggol Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan terdiri atas seorang guru Pendidikan Agama Islam, seorang guru Bimbingan dan Konseling, serta lima siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang masih terjadi didominasi oleh bullying verbal, seperti mengejek fisik, memberikan julukan yang tidak menyenangkan, dan candaan berlebihan. Strategi guru PAI meliputi pemberian nasihat dan teguran, penanaman nilai akhlak Islam, integrasi pendidikan karakter, pembiasaan kegiatan keagamaan, kerja sama dengan guru BK, serta pelibatan orang tua. Strategi tersebut mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan menurunkan perilaku bullying, meskipun masih terdapat kendala berupa rendahnya keterbukaan siswa serta keterlibatan sebagian orang tua yang belum optimal.