Harshanda Rafika Putriana
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EXPLORING SYNTACTIC COMPETENCE IN ACADEMIC WRITING: EVIDENCE FROM UINSU TADRIS ENGLISH STUDENTS Anissa Anissa; Asti Ananta; Harshanda Rafika Putriana; Siti Ismahani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8638

Abstract

This study investigates the syntactic competence of fifth-semester Tadris English students at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) in producing academic writing. The purpose of this study is to identify common syntactic errors and examine students’ ability to apply syntactic structures accurately in academic texts. This research employed a qualitative descriptive approach involving 20 students as participants. The data were obtained from students’ academic writing assignments in the form of short essays and analyzed using error analysis techniques. The analysis focused on sentence structure, clause construction, subject–verb agreement, word order, and the use of connectors. The findings indicate that although students demonstrate basic understanding of English syntax, they still encounter difficulties in producing complex syntactic structures. Sentence structure errors, subject–verb agreement problems, and clause construction errors were the most frequently identified. These findings suggest that students have not fully mastered syntactic rules required for effective academic writing. Therefore, this study highlights the importance of explicit syntactic instruction, guided writing practice, and corrective feedback to enhance students’ syntactic competence in EFL academic contexts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi sintaksis mahasiswa semester lima Program Studi Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam penulisan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 20 mahasiswa sebagai partisipan. Data diperoleh dari tugas menulis akademik mahasiswa berupa esai singkat yang dianalisis menggunakan teknik analisis kesalahan. Analisis difokuskan pada struktur kalimat, konstruksi klausa, kesesuaian subjek dan verba, urutan kata, serta penggunaan konjungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai sintaksis bahasa Inggris, mereka masih mengalami kesulitan dalam menggunakan struktur sintaksis yang kompleks. Kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi kesalahan struktur kalimat, kesesuaian subjek dan verba, serta konstruksi klausa. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum sepenuhnya menguasai kaidah sintaksis yang diperlukan dalam penulisan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengajaran sintaksis secara eksplisit, latihan menulis yang terarah, serta pemberian umpan balik untuk meningkatkan kompetensi sintaksis mahasiswa dalam konteks EFL.
STUDENTS’ PERCEPTIONS AND USE OF YOUTUBE FOR IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS AMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS AT UINSU Dhea Salsabila; Harshanda Rafika Putriana; Didik Santoso; Nadia Wulandari; Ajrul Khair
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13012

Abstract

ABSTRACT In the digital era, technology plays an important role in supporting English language learning, particularly in developing speaking skills in EFL (English as a Foreign Language) contexts, where students have limited exposure to authentic communication. This study aimed to investigate students' perceptions and their use of YouTube in improving English speaking skills among students of the English Education Study Program at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). The study employed a quantitative descriptive survey design involving 50 students from the 2023 cohort selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment Correlation test. The findings revealed that students had positive perceptions of YouTube (M = 4.22), frequently used it for speaking practice (M = 4.08), and perceived improvements in their speaking skills (M = 3.96). Correlation analysis indicated significant positive relationships between students' perceptions and speaking skill improvement (r = 0.648; p < 0.001), as well as between YouTube use and speaking skill improvement (r = 0.732; p < 0.001). These findings provide additional empirical evidence on the relationship between students' perceptions, YouTube use, and speaking skill development in higher education EFL contexts. The study also highlights the potential of integrating YouTube as a complementary digital learning medium to enhance students' oral communication competence. ABSTRAK Pada era digital, teknologi memegang peranan penting dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pengembangan keterampilan berbicara pada konteks EFL (English as a Foreign Language), ketika mahasiswa memiliki keterbatasan paparan terhadap komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi persepsi mahasiswa dan penggunaan YouTube dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan sampel 50 mahasiswa angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap YouTube (M = 4,22), sering menggunakannya untuk latihan berbicara (M = 4,08), dan merasakan peningkatan keterampilan berbicara (M = 3,96). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,648; p < 0,001), serta antara penggunaan YouTube dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,732; p < 0,001). Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai keterkaitan persepsi mahasiswa, penggunaan YouTube, dan peningkatan keterampilan berbicara pada konteks EFL di perguruan tinggi. Implikasi penelitian menegaskan bahwa YouTube layak diintegrasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa.