Farida Herna Astuti
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PERILAKU AGRESIVITAS VERBAL SISWA KELAS VIII SMP Nurul Ilmi; Farida Herna Astuti; Ahmad Zainul Irfan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9831

Abstract

ABSTRACT Verbal aggressive behavior is an act of hurting others through words such as shouting, speaking harshly, using offensive language, or insulting, which can damage a person's mental and psychological condition. This behavior can be influenced by various factors, including biological factors related to genetic influences on emotions and behavior, as well as family factors such as harsh parenting patterns that increase the tendency of children to behave aggressively. These conditions may trigger the emergence of deviant behavior, including verbal aggression among students. This study aims to determine the effect of the self management technique on verbal aggressive behavior among students of class VIII 6 at SMPN 4 Mataram in the 2022/2023 academic year. This research employed a quantitative approach using an experimental method. The population of the study consisted of 32 students, while the sample included 10 students selected as research subjects. Data collection techniques used questionnaires as the main method, while observation, documentation, and interviews were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the t test to determine the difference before and after the treatment. The results of the study showed that the t value was 7.491, which was higher than the t table value of 2.262 at the 5 percent significance level, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that the self management technique has a significant effect on reducing verbal aggressive behavior among students of class VIII 6 at SMPN 4 Mataram in the 2022/2023 academic year.  ABSTRAK Perilaku agresivitas verbal merupakan tindakan menyakiti orang lain melalui kata-kata seperti membentak, berkata kasar, berkata kotor, atau menghina yang dapat merusak kondisi mental dan psikis seseorang. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor biologis yang berkaitan dengan pengaruh genetik terhadap emosi dan perilaku, serta faktor keluarga seperti pola asuh orang tua yang cenderung keras sehingga meningkatkan kecenderungan anak berperilaku agresif. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya perilaku menyimpang, termasuk agresivitas verbal pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self management terhadap perilaku agresivitas verbal pada siswa kelas VIII 6 di SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 32 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 10 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode pokok, sedangkan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,491 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5 persen, sehingga hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik self management berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku agresivitas verbal pada siswa kelas VIII 6 SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS XI Ruhil Kusmawati; Farida Herna Astuti; Khairul Huda
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9790

Abstract

ABSTRACT Responsibility is an important character trait that needs to be developed in students because it is closely related to discipline, commitment to tasks, and awareness in carrying out learning responsibilities. However, in educational practice, there are still students who demonstrate low levels of responsibility, such as failing to complete assignments on time and showing a lack of compliance with school regulations. One approach that can be used to help develop this attitude is group guidance using the role playing technique, which provides students with opportunities to understand various social situations through role-playing activities. This study aims to determine the effect of the role playing technique on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram in the 2021/2022 academic year. This research employed a quantitative approach with a one group pre-test–post-test design. The population consisted of 41 students, while the sample included 7 students who had low levels of responsibility and were selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test to determine the difference between scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t-value (5.474) was higher than the t-table value (2.447) at a 5% significance level with 6 degrees of freedom. Based on these findings, it can be concluded that the application of the role playing technique in group guidance has a significant effect on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram. ABSTRAK Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan pada siswa karena berkaitan dengan kedisiplinan, komitmen terhadap tugas, serta kesadaran dalam melaksanakan kewajiban belajar. Namun dalam praktik pendidikan masih ditemukan siswa yang menunjukkan tingkat tanggung jawab yang rendah, seperti tidak menyelesaikan tugas tepat waktu dan kurang mematuhi aturan sekolah. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan sikap tersebut adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami berbagai situasi sosial melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 41 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 7 siswa yang memiliki tingkat tanggung jawab rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,474 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,447 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 6. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMKN 7 MATARAM Marta Sofianti Malo; Farida Herna Astuti; Mujiburrahman Mujiburrahman; Ani Endriani
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14685

Abstract

ABSTRACT Online game addiction among adolescents is a concern that requires attention because excessive use may be associated with behavioral problems, including aggressive behavior in the school environment. This study focused on examining the relationship between online game addiction and aggressive behavior among eleventh-grade students at SMKN 7 Mataram in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 86 students, all of whom were selected as the sample using total sampling. Data were collected using two questionnaires, namely an online game addiction questionnaire and an aggressive behavior questionnaire, each consisting of 24 statements. The data were then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed a correlation coefficient of 0.622 with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate a positive and significant relationship with a strong level of association between online game addiction and aggressive behavior. Thus, the higher the level of online game addiction, the higher the tendency of aggressive behavior among eleventh-grade students at SMKN 7 Mataram. These findings highlight the importance of paying attention to online game use as one of the factors associated with students' behavior in the school environment. ABSTRAK Penggunaan game online yang berlebihan pada remaja dapat berkaitan dengan munculnya berbagai persoalan dalam kehidupan sosial, termasuk kecenderungan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan perilaku agresif pada peserta didik kelas XI di SMKN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 86 peserta didik yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua angket, yaitu angket kecanduan game online dan angket perilaku agresif, yang masing-masing terdiri atas 24 pernyataan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,622 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecanduan game online dengan perilaku agresif dengan tingkat hubungan yang kuat. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kecanduan game online, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif pada peserta didik kelas XI SMKN 7 Mataram. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan perhatian terhadap penggunaan game online dan pengembangan pengendalian diri peserta didik.