ABSTRACT Accountable and sustainable financial management plays a crucial role in strengthening the governance of Islamic boarding schools (pesantren). However, many pesantren still face challenges related to standardized financial management, transparency, and the optimization of funding sources. This study aims to analyze the financial management system at Muhammadiyah At-Tajdid Islamic Boarding School, Cepu Campus 2, focusing on the financial organizational structure, funding sources and patterns, financial reporting system, and strategies for improving financial governance. This study employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews and document analysis. The findings indicate that the financial management system still exhibits several governance weaknesses, particularly in the organization of financial management, the utilization of funding sources, and the reliance on conventional financial reporting practices. These conditions have hindered the optimal implementation of good financial governance within the boarding school. The study recommends the digitalization of financial management systems, the development of standard operating procedures, the optimization of ZISWAF management, capacity building for human resources, and the implementation of transparency and internal audits to improve efficiency, accountability, and the sustainability of pesantren financing. ABSTRAK Pengelolaan pembiayaan yang akuntabel dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas tata kelola pondok pesantren. Namun, masih terdapat pesantren yang menghadapi keterbatasan dalam sistem manajemen keuangan, terutama terkait standardisasi pengelolaan, transparansi, dan optimalisasi sumber pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen pembiayaan di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Cepu Kampus 2 dengan fokus pada struktur organisasi keuangan, sumber dan pola pendanaan, sistem pelaporan, serta strategi peningkatan tata kelola keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan masih menghadapi berbagai kelemahan pada aspek tata kelola, meliputi belum optimalnya pengaturan organisasi keuangan, pemanfaatan sumber pendanaan, serta sistem pelaporan yang masih bersifat konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penerapan prinsip good financial governance dalam pengelolaan keuangan pesantren. Penelitian ini merekomendasikan digitalisasi sistem keuangan, penyusunan SOP, optimalisasi pengelolaan ZISWAF, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan transparansi dan audit internal untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pembiayaan pesantren.